Bupati Adukan Wartawan ke Polisi


Bupati Wonogiri Joko Sutopo

WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo telah memerintah Sekda Suharno dan Setyorini Direktur RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS)  Wonogiri untuk secepatnya mengadukan oknum wartawan berinisial BS. Hal itu dilakukan karena selama ini BS dinilai selalu menyebar berita kebencian dan tidak berdasar fakta.

"Kalau pas ketemu dia saya peringatkan selalu bilang maaf. Namun berita bohong yang dibuatnya terlanjur menyebar ke masyarakat. Dan setelah itu mengulangi menulis berita bohong lagi. Selalu saja begitu. Sebagai pengajaran, saya telah perintahkan Sekda untuk melaporkan ke polisi, dan data data pendukungnya sudah siap semuanya," kata Bupati Joko Sutopo seusai meninjau 15 pasien bibir sumbing yang akan menjalani operasi di RSUD SMS Wonogiri, Selasa (29/8) pagi.

Lebih lanjut Bupati yang kerap disapa Mas Jekek itu menegaskan bahwa dirinya tidak alergi terhadap kritik melalui pemberitaan, namun Jekek berharap hendaknya wartawan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan UU ITE.

Ketika ditanya contoh pemberitaan yang ditulis BS di medianya, Joko Sutopo tidak menjawab terus terang hanya mempersilahkan para wartawan untuk membaca sendiri hasil tulisan BS.

Sekitar pukul 15.00, Sekda Suharno bersama Direktur RSUD SMS Wonogiri, Setyorini datang ke Mapolres Wonogiri diterima Wakapolres Wonogiri Kompol Wawan Purwanto.

‘’Benar, kami baru saja menerima kedatangan Pak Sekda. Dia ke sini mengadukan secara lisan atas ulah oknum wartawan BS yang dinilai beritanya tidak berdasar fakta,’’ kata Kompol Wawan.

Atas permasalahan tersebut, Kompol Wawan menyarankan agar Pemkab terlebih dahulu melaporkan permasalahan ini ke dewan pers. Untuk selanjutnya, dewan pers akan turun untuk mengecek apakah medianya BS tercatat di Dewan Pers atau tidak. Juga oknum BS tersebut apakah mempunyai legalitas sebagai wartawan.  Baru kemudian kita menunggu rekomendasi dari Dewan Pers untuk tindak lanjutnya.

 

Penulis :
Editor   : awl