Festival Kali Tenggang Awali Kegiatan BKT


Wakil Wali Kota Semarang Ny Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu menyaksikan Festival Kali Tenggang 2018, sambil duduk di bibir sungai. Foto: bgy

SEMARANG - Berbagai lomba untuk memeriahkan Festival Kali Tenggang 2018 yang baru pertama kali ini digelar di Kali Tenggang yang berkedalaman 5 meter, sangat meriah. Meskipun jenis lomba masih terhitung minim sekali, tetapi sambutan warga dari tujuh kelurahan di Kecamatan Gayamsari sangat meriah.

Bahkan Wakil Wali Kota Semarang Ny Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut menyaksikan lomba tradisional yang digelar di area sungai tersebut, rela duduk berbaur dengan anak-anak pinggir sungai di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari.

Lomba yang digelar hanya tiga macam yaitu, titian bambu pulung yang dilumuri oli lalu peserta melompat untuk meraih undian berhadiah yang ditaruh di dalam botol dan barisan botol berhadiah tersebut ditaruh di atas sungai yang diikat tali.

Lalu, lomba lainnya menangkap bebek yang dilepas di sungai yang hanya lima ekor saja, dan lomba lainnya adalah balap perahu dengan jarak sekitar 200 meter. Para peserta lomba adalah warga tujuh kelurahan di Kecamatan Gayamsari.

Pada kesempatan itu, mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang mengaku gembira dengan digelarnya Festival Kali Tenggang 2018 dan memiliki daya tarik  terhadap masyarakat untuk menyaksikan.

"Semoga tradisi Festival Kali Tenggang ini menjadi kalender tiap tahun karena memiliki keunikan dan merupakan destinasi wisata yang memiliki daya tairik terhadap wisatawan," ucapnya.

Kali Tenggang ini, kata mbak Ita merupakan destinasi wisata yang ada di Kota Semarang. Melalui kegiatan ini, warga sekitar Kali Tenggang dapat merasakan dampak positif dan ikut menjaga kebersihan sungai karena merasa memiliki dan diharapkan ada kehidupan di dalam sungai seperti ikan-ikan yang dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Ketua Panitia Festival Kali Tenggang Mulyadi menambahkan bahwa Festival Kali Tenggang 2018 digelar merupakan awal dari kegiatan Banjir Kanal Timur kelak setelah pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) selesai.

"Saya optimistis nanti setelah Banjir Kanal Timur selesai, segala kegiatan untuk memeriahkan Kota Semarang tak akan kalah dengan kegiatan yang digelar di Banjir Kanal Barat (BKB)," tegas Mulyadi.

Camat Gayamsari Didik Dwi Hartono SH MH mengatakan, Festival Kali Tenggang 2018 digelar diikuti warga tujuh kelurahan. Kegiatan ini unik karena tidak dimiliki kecamatan lain lantaran Kecamatan Gayamsari memiliki Kali Tenggang dengan kedalaman 5 sampai 6 meter dan diharapkan dapat untuk mengatasi banjir di wililayah Kaligawe dan sekitarnya.

"Kami memanfaatkan Kali Tenggang untuk menggelar tradisi yang dapat menjadi kalender tahunan dengan menggelar puncak acara HUT Kemerdekaan RI ini," kata Didik.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, panitia juga akan menggelar kegiatan pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Kegiatan nanti akan melibatkan para pemuda untuk mengelola Kali Tenggang yang sekaligus untuk menjaga kebersihan sungai dan memanfaatkan Kali Tenggang sebagai destinasi wisata di Kota Semarang.

 

Penulis : us
Editor   :