Nekat, Angkut Kayu Curian Pakai Minibus


Petugas saat mengevakuadi kayu hasil curian dari sebuah minibus yang ditinggal pemiliknya dinpinggir jalan. Foto : Felek Wahyu

GROBOGAN- Perum Perhutani menggagalkan penjualan usaha penjualan kayu hasil curian. Kayu curian diangkut pelaku dengan sebuah minibus bernopol K 8506 QF.

Transaksi kayu curian, digagalkan setelah tim gabungan Perhutani dan Polres menghentikan mobil pengangkut di jalan Banyuono II, Kota Purwodadi.

Pengungkapan bermula ketika tim dari BKPH Perhutani Purwodadi berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengejar minibus yang mengangkut kayu curian.

Petugas gabungan melakukan pengintaian di sebuah pos milik Perhutani, tepatnya di daerah Getasrejo. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya petugas mendapatkan ciri-ciri mobil yang sesuai dengan laporan masyarakat. Petugas pun langsung mengikuti mobil hingga ke kota Purwodadi.

Setelah mengikuti sekitar 10 kilometer, petugas melihat pengemudi mengarahkan mobilnya ke arah jalan Banyuono 1. Curiga karena gerak-geriknya diketahui petugas, ia pun memberhentikan mobilnya di depan rumah warga. Setelah itu, ia melarikan diri sebelum petugas sampai di lokasi.

Saat minibus tersebut dibuka, petugas menemukan beberapa potongan kayu sonokeling yang merupakan kayu langka. Tak hanya itu saja, petugas juga menemukan 57 balok kayu berdiameter kurang lebih 0,78 meter kubik.

Dewanto, petugas dari BKPH Purwodadi mengatakan, kayu potongan yang berhasil disita petugas lalu diamankan di kantor Perhutani BKPH Purwodadi. “Sedangkan mobil yang dipergunakan untuk mengangkut kayu-kayu ini diamankan di Mapolres Grobogan sebagai barang bukti,” katanya.

Pihak Perhutani, lanjut Dewanto, merasa dirugikan atas pencurian langka tersebut. “Totalnya sudah mencapai ratusan juta rupiah,” tambah dia.

Saat ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap sang sopir pembawa minibus tersebut.

 

 

Penulis : fww
Editor   :