Kirab Budaya Ramaikan Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan


Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun melambaikan tangan kepada masyarakat saat Kirab Budaya Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN - Kirab budaya dengan tokoh Ki Ageng Cempaluk, pendiri Kabupaten Pekalongan, meramaikan Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan Tahun 2018, Sabtu (25/8).

Berbagai prosesi mewarnai kirab budaya ini, di antaranya penanaman pohon asam, memecahkan kendi berisi air tujuh sumur, penyerahan pusaka dan panji Cempaluk, hingga kirab kereta pataka dengan melibatkan 57 kereta kuda dari Pendapa Kantor Kecamatan Kesesi hingga ke Pendapa Kabupaten Pekalongan di Kota Kajen.

Iring-iringan kereta kirab mampu menyedot perhatian masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sepanjang rute kirab, mulai dari Pendapa Kantor Kecamatan Kesesi hingga Kota Kajen masyarakat berjejer di tepi jalan menyambut jalannya kirab budaya yang baru kali pertama digelar ini.

Sebelum dilaksanakan kirab, mapanji Cempaluk disanggarkan di Makam Ki Ageng Cempaluk di Desa Kesesi Rejo, Jumat (24/8) sore. Malam harinya, mapanji Cempaluk tersebut diambil dan diboyong ke Pendapa Kesesi, dilanjutkan grumungan budaya di Pendapa Kesesi. Pagi harinya, dilanjutkan kirab budaya dengan start di Pendapa Kesesi dan finish di Pendapa Kabupaten Pekalongan.

"Untuk prosesi kirab diawali penyerahan mapanji Cempaluk dari sesepuh Kabupaten Pekalongan KH Rozikin Zaman, selaku Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, secara berurutan. Untuk galih asem kepada Bupati Pekalongan, bendara pataka, bendera merah putih, kendi berisi air tujuh sumur untuk disiramkan saat penanaman pohon asam. Selanjutnya, mapanji Cempaluk dan ombe rampenya dibawa ke kereta pataka, diawali di depannya ada senopati yang membawa bendera merah putih. Di belakangnya ada kereta Bupati, Wakil Bupati, Forkompinda, dan lainnya hingga Camat. Total ada 57 kereta," terang Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Sumarwati.

Dikatakan, kirab budaya tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Hal ini untuk menciptakan sejarah, sehingga kirab budaya tersebut tidak hanya digelar pada pada tahun ini saja. "Ini akan menjadi agenda rutin untuk menciptakan sejarah Kabupaten Pekalongan yang menghormati Ki Ageng Cempaluk, yang babat alas atau pendiri Kabupaten Pekalongan," katanya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, kirab budaya mengambil seting ketokohan Ki Ageng Cempaluk untuk diangkat kembali nilai-nilai spiritualitasnya. Di antaranya, dengan menanam pohon asam yang merupakan simbol perjuangan. "Asam ini pertama rasanya asem tapi membawa hikmah di badan segar dan kuat. Dengan memecahkan kendi bersama-sama memiliki filosofi jika ada masalah maka hal yang paling penting untuk diselesaikan bersama-sama. Membangun tidak bisa berdiri sendiri tapi harus bersama-sama, jika ada persoalan terutama berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan kondisi kemasyarakatan, maka sebagai pemangku kepentingan di pemerintahan harus bekerja sama dengan semua stakeholder. Inilah filosofi kirab budaya," ujarnya.

Dalam kirab itu juga dikirab pusaka Kabupaten Pekalongan Kiai Brojol, selanjutnya disimpan di pendapa, bendera pusaka dan pataka Kabupaten Pekalongan, serta dua tombak kekayaan pusaka Kabupaten Pekalongan. "Tadi malam sudah dijamas dulu," imbuhnya.

Sebelum kirab budaya, dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 di Gedung Dewan. Dalam rapat paripurna ini, seluruh peserta mengenakan pakaian tradisional Kabupaten Pekalongan.

 

Penulis :
Editor   :