Imade Peduli Wisata Demak


Panitia Lomba Fotografi Pariwisata Demak dari Imade saat menunjukkan hasil jepretan peserta lomba yang dipamerkan saat seminar nasional kepariwisataan yang digelar berkoordinasi Dinas Pariwisata di Pendapa Kabupaten Demak. Foto : sari jati

DEMAK - Kabupaten Demak memiliki beragam objek wisata yang berpotensi menjadi destinasi wisata nasional bahkan internasional. Namun disayangkan, banyak di antaranya belum tereksplor optimal. Sehingga kurang dapat mendongkrak perekonomian lokal bahkan daerah.

Sehubungan itu Ikatan Mahasiswa Demak (Imade) berinisiatif mengangkatnya melalui sejumlah kegiatan. Mulai dari mengadakan lomba videoblog atau vlog, fotografi, menulis esai hingga seminar, yang bertema menggali sekaligus mengembangkan potensi wisata, seni budaya dan kearifan lokal sehingga berimbas pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Menggali Potensi Pariwisata Demak, Aan Asep Sunarya menuturkan, potensi paling besar Demak dikenal di kancah nasional juga internasional melalui sektor pariwisata. Maka itu berbagai upaya ditempuh untuk mengangkat dan mengembangkan pariwisata Demak berikut seni dan budayanya.

Mulai dari memanfaatkan kemajuan teknologi informasi  komunikasi seperti media sosial sebagai sarana promosi, hingga mendulang masukan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Seperti lomba-lomba, dialog interaktif juga seminar, dengan menghadirkan para ahlinya.

"Sejauh ini baru wisata religi Demak yang dikenal publik. Sementara potensi objek wisaya lainnya yang belum terekspos bak surga tersembunyi. Maka itu kami  lebih fokus mengembangkan desa wisata, agar terjadi pemerataan sehingga terkenal semuanya," ujar mahasiswa Universitas Pamulang Tangsel itu kemarin.

Kabar baiknya, lomba vlog, esai dan fotografi yang diadakan bekerjasama Dinas Pariwisata Kabupaten Demak mendapat respon positif masyarakat. Pun seminar nasional yang dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Demak dengan menghadirkan Igo Indra Susena dari Kementerian Pariwisata, Direktur Operasional Lion Grup Muh Hariri serta Kepala Dinas Pariwisata Demak Rudi Santosa SH sebagai nara sumber, pun dipadati peserta.

Mengenai kiprah para muda Kota Wali dalam mengangkat sektor pariwisata lokal ke kancah internasional, Rudi Santosa memberikan apresiasinya. Terlebih menurutnya, setiap daerah memang membutuhkan dukungan banyak pihak untuk mempromosikan potensi unggulan yang dimiliki termasuk pariwisata.

Kemasyhuran Masjid Agung Demak serta makam Sunan Kalijaga di Kadilangu sebagai ikon wisata religi, menurut mantan Kabag Humas Setda Demak tersebut, menjadi keuntungan plus. Sebab, tanpa promosi yang intens pun, sejarah Walisanga serta Raden Fattah sebagai Raja Demak Bintoro  telah diketahui segenap masyarakat negeri ini. Bahkan negara tetangga serumpun, seperti Malaysia dan Singapura.

Namun, inovasi dan kreativitas tetap diperlukan dalam pengelolaan bisnis wisata agar tetap eksis. Seiring berkembangnya kompetitor  yang pastinya menjamur dengan setumpuk fasilitas kekinian. Potensi wisata Demak yang belum tereksplor maksimal, termasuk desa wisata juga industri kreatif di dalamnya, tak ada salahnya tetap disinkronkan dengan wisata religi yang sudah lebih dulu termasyur. Sebagai rangkaian paket wisata misalnya.

"Di sini lah kontribusi teman-teman dari Imade khususnya dan masyarakat pada umumnya, membantu pemda mempromosikannya sesuai kompetensi yang dimiliki. Sehingga berujung peningkatan kesejahteraan masyarakat, seiring pertumbuhan ekonomi yang terdongkrak oleh kearifan lokal," pungkasnya. 

 

 

Penulis : ssj
Editor   :