Disertai Kampanye Terbuka, SMP 10 Salatiga Gelar Pemilihan Ketua OSIS


Siswa SMP 10 Salatiga belajar berdemokrasi dengan melakukan pemilihan langsung Ketua OSIS layaknya Pemilu digelar secara nasional, Senin (27/8). Mereka memasukkan kartu suara ke kotak pemilu. Foto :Ernawaty

SALATIGA - Pelaksanan pemilihan Langsung Ketua OSIS SMP 10 Salatiga berlangsung layaknya Pemilu digelar secara nasional di internak sekolahan, Senin (27/8).  Istimewanya, kegiatan ini langsung mendapatkan pembinaan, pengawasan serta pengawalan dari Komisioner KPU Salatiga.

Tampak di lokasi pemilu Ketua OSIS SMP 10 Salatiga Ketua KPU Salatiga Putnawati dan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Salatiga Suyitno.  Kepada Wawasan.co, Ketua KPU Salatiga Putnawati mengatakan, kegiatan diadakan SMP 10 Salatiga sangat inspiratif serta bagus bagi pengetahuan para siswa.

"Sangat positif, karena sejak SMP sudah dikenalkan bagaimana proses pemilihan yang demokrasi secara benar, jujur dan adil," kata Putnawati, Senin (27/8).

Sebagian generasi bangsa, kegiatan pemilihan ketua OSIS semacam ini sudah menjadi pembelajaran sejak dini dari yang kecil hingga paling rumit. Dan hal ini sangat bagus bagi perkembangan demokrasi tanah air.

Karena, kegiatan tersebut selama ini sangat berguna bagi para siswa khususnya di lingkungan SMP 10 Salatiga. "Karena proses demokrasi itu baik sebagian penyelengara, menjadi peserta hingga mungkin sebagian calon yang dipilih akan sangat bagus sebagai media pembelajaran. Setidaknya, dari yang kami lihat di lokasi pencoblosan semuanya sudah terpenuhi," paparnya.

Meski secara break down belum 100 persen, namun tahapan-tahapan sudah dilalui di pemilihan Ketua OSIS SMP 10 Salatiga sudah benar. Bahkan, sebelum pelaksanaan pun para siswa dan guru kompak menggelar kampanye terbuka di internal sekolah.

Disinggung mengapa Komisioner tidak gengsi untuk turun dan ikut mengawasi langsung pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS di lingkungan SMP 10 Salatiga, diakui Putnawati bagian dari tugas KPU memberikan pembelajaran serta pengetahuan kepada para pelajar.

"Meski pada siswa SMP ini belum memiliki hak pilih dalam Pemilu tahun ini, namun kelak ketika mereka menjadi calon kepala daerah atau pun pelaksana pemilu telah mengetahui dasarnya. Terutama pemahaman pelajaran pemilu harus betul-betul melalui regulasi yang telah diatur dan secara integritas serta praktik di lapangan harus Luber serta Jurdil," pungkasnya.

Sementar, Diky Tegar Ketua KPPS Pemilihan Ketua OSIS SMP 10 Salatiga yang ditemui dilokasi pemilihan kepada Wawasan mengaku sebelum pelaksnaan hari H, ia dan  temen-temannya yang dipilih sebagai Panitia Pemilihan telah belajar langsung selama seharian di Kantor KPU Salatiga.

"Dari belajar seharian di Kantor  KPU hingga pelaksaan hari ini, saya dan temen-temen jadi mengetahui bagaimana petugas KPU itu bekerja," tegas Diky.

Selian itu, diakuinya,  juga menambah ilmu menjadi petugas dan mensiagakan ilmu baru dalam proses pemilihan langsung.  Terpisah, Tyas Mardining Waka Kesiswaan SMP 10 Salatiga mengaku kegiatan pemilihan ini sudah menjadi program dari kesiswaan tiap tahunnya.

"Sebelum ajaran baru sudah ada program diantaranya pemilahan Ketua pengurus OSIS dan Ketua OSIS. Sebelumnya tiap tahun digelar, cuma memang baru tahun ini meminta pendampingan langsung KPU," tutur Tyas Mardining.

Ia menambahkan, dengan kegiatan ini yang ingin ditanamkan kepada para siswa adalah nilai demokrasi pada anak saat pelaksanaan pemilihan.  Sekaligus, membentuk pengurus yang jurdil sehingga tercipta pemimpin yang bertanggung jawab.

Tercatat, dalam pemilihan tersebut pihak sekolah juga meminjam alat kelengkapan pencoblosan dari KPU seperti bilik, alat pencoblosan dan tinta. Pemilihan ini, melibatkan seluruh kelas yang sebelumnya sudah mengirimkan wakil dan mencalonkan dari masing-masing mulai kelar 7 dan 8 saja. "Total siswa kami sebanyak 674 anak didik. Dan para guru serta karyawan sebanyak 50-an juga ikut melakukan pemilihan," imbuhnya.

 

 

Penulis : ern
Editor   :