Proyek Program Dana Desa Dikeluhkan Warga


Warga keluhkan proyek Program Dana Desa Krasak yang tak transparan dan pekerjaannya amburadul tidak sesuai bestek. Foto. Eko Saputro

BREBES – Proyek Desa Krasak, Kecamatan/Kabupaten Brebes yang dikerjakan melalui Program Dana Desa tahun 2017 sebesar kurang lebih Rp 800 juta dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya, proyek yang mayoritas berupa pembangunan saluran irigasi dan talud jalan diduga menyimpang dari bestek dan tak transparan dalam pengelolaan keuangannya.

“Proyek Desa Krasak melalui Program Dana Desa tahun 2017 jelas sekali menyalahi bestek/RAB. Tidak itu saja, pihak desa pun tidak transparan dalam pengelolaan keuangan program tersebut,” tandas Warga RT 06 RW 03, Desa Krasak, Adi S saat dikonfirmasi, Selasa (28/8).

Adi yang didampingi beberapa pemudaa Desa Krasak menuturkan, meskipun dirinya tidak memegang RAB proyek tersebut, namun dilihat dari kualitas pekerjaanya terlihat sekali amburadul.

“Saya sendiri tidak tahu berapa jumlah pekerjaan proyek lewat dana desa yang infonya menelan biaya sekitar Rp 800 juta. Jika dilihat dari pekerjaannya yang saya amati ada tiga proyek, rata-rata siarannya perbandingannya 1:4. Padahal, rata-rata siaran proyek berupa talud atau saluran irigasi perbandingannya 1:2,” kata Adi.

Adi juga sangat menyayangkan pihak desa yang tidak melibatkan LPMD Krasak. Meskipun, di awal sosialisasi dilibatkan tapi proyek yang katanya dikerjakan secara swakelola tidak melibatkan pengurus LPMD. Padahal, antara LPMD dan pihak desa seharusnya seiring dan sejalan serta harus bersinergi.

Warga RT 3 RW 3 Desa Krasak, Bachtiar juga menyampaikan hal senada dengan apa yang disampaikan oleh rekannya, Adi S.

“Pihak desa juga seharusnya memampangkan secara transparan proyek apa saja yang dikerjakan dan berapa nominalnya di papan informasi desa Tapi, faktanya tidak ada sama sekali dan nilainya tergolong fantastis karena mencapai sekitar Rp 800 juta. Ada apa dengan pihak desa sehingga tidak terbuka dengan warganya,” keluh Bachtiar.

Terpisah, Kepala Desa Krasak, Tanuri mengaku proyek melalui Program Dana Desa menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 juta.

“Semua proyek sudah dikerjakan dan dipertanggungjawabkan. Demikian pula dengan LPMD dan perwakilan warga dilibatkan dalam sosialisasi sebelum pekerjaan dilaksanakan. Saya sebagai kepala desa sudah bertanggung jawab untuk melaksanakan proyek ini. Di samping pula, semua proyek juga sudah dipasang papan nama kegiatan,” tegas Tanuri.

Penulis : ero
Editor   : jks