Rumah Sakit Kurangi Frekuensi Sejumlah Layanan


 Rumah sakit terpaksa mengurangi sejumlah pelayanan kesehatan karena adanya pengurangan jaminan dari BPJS Kesehatan. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG - Direktur Rumah Sakit dr M Ashari Pemalang, dr Sholahudin, menyatakan bahwa pihaknya terpaksa mengurangi sejumlah layanan masyarakat yang dikover melalui BPJS kesehatan. Hal ini disebabkan adanya pengurangan jumlah jaminan dari pihak BPJS, akibatnya pelayanan menjadi sangat terbatas. Hal tersebut antara lain terlihat pada layanan operasi katarak dan fisioterapi.

Menurutnya dalam hal ini sebenarnya pihak rumah sakit prinsipnya hanya sebagai operator saja dari kebijakan yang dikeluarkan, seperti untuk kasus penyakit katarak yang sebelumnya rata-rata perbulan melayani 150 operasi, saat ini hanya dibatas 25 kasus saja. Padahal di Rumah Sakit dr Ashari Pemalang ada 2 dokter mata, namun pembatasan yang dilakukan tidak melihat jumlah dokter mata yang ada akan tetapi berdasarkan tipe rumah sakit C.

"Dan karena hanya dijatah 25 maka seberapapun banyak pihak rumah sakit melakukan operasi katarak meski itu warga kurang mampu dan pemilik jaminan sosial, pihak BPJS tetap hanya akan mengganti sebanyak yang sudah ditentukan,"jelasnya.

Layanan Lain

Sehingga terkait adanya pembatasan yang sudah diberlakukan, maka solusinya pihak rumah sakit melakukan tindakan operasi katarak berdasarkan nomor antri yang sudah masuk terlebih dahulu untuk pasien BPJS, dan jika sudah melewati batas nomor pasien 25 maka tidak bisa dilakukan lagi tindakan dengan menggunakan jaminan sosial yang ada, tetapi bisa melalui jalur umum atau pun menunggu bulan berikutnya padahal kebanyakan pasien justru dari warga kurang mampu.

Dan untuk pasien operasi katarak di Kabupaten Pemalang kuota untuk Bulan Agustus ini, ternyata sudah terpenuhi sebanyak 25 pasien pertanggal 12 yang lalu. Sehingga pasien yang akan menggunakan fasilitas BPJS harus menunggu jatah untuk bulan berikutnya, sehingga dengan demikian dipastikan daftar tunggu yang ada semakin lama akan semakin banyak.

Sedangkan untuk pelayanan lain yakni fisioterapi hanya dibatasi dibatasi maksimal hanya 8 kali layanan untuk satu bulan, sehingga jika lebih menjadi tanggungan sendiri. Begitupun untuk penanganan bayi yang baru lahir tidak lagi dijamin apabila menderita penyakit dan lain-lain, tetapi sudah include dengan ibunya.

Berbeda dengan jaminan yang diberikan melalui Jamkesda, bagi masyarakat yang memiliki tetap dilayani sesuai dengan kebutuhan pasien.

 

Penulis : pw
Editor   :