Sisi Positif Tembakau Harus Diinformasikan


Ketua Yayasan LeSPI Wisnu T Hanggoro memberi kata pembuka diskusi

Penulisan dan penetbitan buku, serta upaya menumbuhkan budaya membaca buku sangat diperlukan di tengah serbuan informasi tanpa kejelasan sumber lewat media sosial.

Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Studi dan Informasi (LeSPI) Wisnu T Hanggoro saat membuka acara diskusi bertajuk "Lika-liku Mencari Djamhari" yang digelar di Library Cafe John Dijkstra Institute (JDI), Jl. Taman Srigunting nomor 10 di kawasan Kota Lama, Semarang, Sabtu 25 Maret 2017. Wisnu juga mengatakan bahwa selalu ada pro-kontra di dalam setiap penulisan buku, apalagi itu menyangkut sejarah. Tapi, baik yang pro ataupun yang kontra, keduanya menyumbang kontribusi yang akan membuat peradaban kian membaik.

Wisnu juga menjelaskan banyak hal terkait informasi tentang rokok. Dan yang dia soroti terutama tentang informasi negatif, yang membuat rokok dan turunannya menjadi sesuatu yang sangat ditakuti. Padahal, dia meyakini, setiap hal memiliki dua sisi. ''Nah, sisi positif tembakau ini yang mungkin perlu disebarluaskan, sehingga dapat menjadi penyeimbang dari informasi yang selama ini diyakini sebagai kebenaran,'' tuturnya.

Dalam kesempatan itu Wisnu juga mengapresiasi kerja keras Edy Supratno penulis buku Djamhari Penemu Kretek, yang mencari data bahkan sampai ke Belanda untuk menemukan kepastian dan kebenaran sejarah. ''Dari semangat penulis itu kita akhirnya kembali dibuat percaya bahwa menemukan kebenaran, seberapa sulitnya pun, tidak akan pernah menjadi kesia-siaan.''

Penulis :
Editor   :