Djamhari Bukan Penemu Kretek

337

Rukardi (berkemeja putih)

Silang kata dan data adalah jamak di dalam tiap diskusi, apalagi menyangkut fakta sejarah. Hal itulah yang tampak dalam diskusi bertajuk "Lika-liku Mencari Djamhari" yang digelar di Library Cafe John Dijkstra Institute (JDI), Jl. Taman Srigunting nomor 10 di kawasan Kota Lama, Semarang, Sabtu 25 Maret 2017. Sebagai pengulas, Rukardi menemukan banyak hal yang meragukan dari buku Djamhari Penemu Kretek karya Edy Supratno.

''Soal sumber utama adalah titik yang paling meragukan. B. van der Reijden memang menyebut Djamhari, tapi dari mana informasi itu, tidak ada rujukannya. Jadi, di buku itu pun tidak ada penjelasan mengapa Reijden mengakukan Djamhari sebagai penemu kretek,'' ulasnya.

B. van der Reijden yang disebut Rukardi adalah orang Belanda pertama yang menyebut nama Djamhari dan dijadikan dasar bagi Edy Supratno untuk menelusuri jejak Djamhari sebagai penemu kretek. Edy menyusuri jejak itu secara tekstual sampai ke Belanda, dan lalu mencari kejelasan lebih lanjut berdasarkan cerita turun temurun. Kerja keras Edy akhirnya menemu titik terang ketika keturunan Djamhari mampu menunjukkan silsilah keluarga mereka.

Ketiadaan teks utama yang disebutkan Rukardi ditanggapi santai oleh Edy. Dia beranggapan bahwa orang dahulu nyaris tidak memiliki motif tersembunyi untuk mengaku-aku sebagai pelaku sejarah, apalagi sampai mencari popularitas. Karena itu, dia merasa hasil penelitian itu sah dan sahih sampai ditemukan hal yang sebaliknya.

''Lagipula, dalam proses pengumpulan data, saya tidak menyebutkan bahwa saya tengah mencari penemu kretek. Hal itu juga tidak diketahui para cucu Djamhari, sehingga mereka tidak memiliki motif lain. Kelak baru mereka tahu bahwa ternyata kakek mereka memiliki jasa,'' jelas Edy.

Rukardi tentu bersikukuh. Setelah menjelaskan tentang objektivitas dan kritik teks, dia lalu meyakini bahwa Djamhari bukanlah penemu kretek. ''Saya menyebutnya sebagai orang yang kali pertama memopulerkan kretek. Jadi, jasanya pada itu, bukan sebagai penemu,'' tandasnya.

Rukardi juga menyebutkan berbagai alasan di balik keyakinannya itu. Dia juga menyebutkan beberapa teks yang jauh lebih tua yang menyebutkan bahwa kretek sudah dikenali jauh sebelum era Djamhari.

Penulis :
Editor   :