23.303 Keping KTP Elektronik Dibakar

1.3K

Sebanyak 23.303 KTP elektronik rusak dimusnahkan dengan cara dibakar, kemarin. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Pekalongan membakar 23.303 keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di halaman kantor sementara Dinsukcapil di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan, Senin (17/12) sore. Ribuan e-KTP ini dimusnahkan karena sudah jatuh masa perpanjangan, kesalahan cetak, pengajuan pindah alamat, dan perubahan status warga Kabupaten Pekalongan.
Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, Risnoto, menerangkan, berdasarkan Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/sj, tanggal 13 Desember 2018, pihaknya melakukan giat pemusnahan e-KTP tersebut. Sebab, dikhawatirkan KTP elektronik yang sudah tidak terpakai ini tercecer, dan disalahgunakan. "Makanya hari ini kita musnahkan dengan disaksikan jajaran Polres Pekalongan," kata dia.
Disebutkan, jumlah e-KTP yang dimusnahkan tersebut dikumpulkan oleh Dindukcapil sejak tahun 2012 lalu. Pasalnya, sebelum turunnya edaran dari Kementerian Dalam Negeri setiap tahunnya hampir 9 ribu KTP rusak atau tak berlaku disetorkan ke Pemerintah Pusat. 
“Dari 23.303 keping KTP elektronik yang tidak berlaku lagi di Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) terbilang banyak, karena jumlahnya 19.773. Sedangkan untuk sisanya dari 15 kecamatan yang ada, baik ganti nama, masa berlaku, pindah alamat dan ganti status,” katanya.
Sementara itu, Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi mengatakan, pihaknya datang sebagai saksi dalam giat pemusnahan tersebut. 
“Kami tidak ingin terjadi penyalahgunaan data KTP untuk tindak kriminal, atau tercecernya KTP yang sudah tidak berlaku. Walaupun kami belum menemukan kasus penyalahgunaan KTP, tapi akan terus kami awasi,” tandasnya.

Penulis : haw
Editor   : jks