Warga Miskin Digelontor Sembako Murah

1.3K

Wabup H Joko Sutanto didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Hj Siti Zuarin saat membagikan bantuan 600 paket sembako murah dari Pemprov Jateng kepada warga miskin di Desa Katonsari, Kelurahan Mangunjiwan dan Bintoro
DEMAK - Sebanyak 600 warga miskin di dua kelurahan dan satu desa di Kecamatan Demak Kota mendapatkan paketan sembako murah, Senin (17/12). Paket seharga Rp 20 ribu berisi beras 2,5 kilogram, gula satu kilogram, minyak goreng satu liter dan tiga bungkus mi instan itu diberikan dalam rangka membantu warga miskin menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru.
Paket sembako murah bantuan dari Pemprov Jateng secara simbolis diberikan Wabup H Joko Sutanto didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Hj Siti Zuarin. Hadir menyaksikan utusan dari Dinas Perdagangan Jateng Bidang Perdagangan Dalam Negeri.
Menurut Siti Zuarin, harga sejumlah  kebutuhan pokok seringkali mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan. Jelang perayaan Natal 2018, beberapa komoditas yang naik harga antara Rp 500 hingga Rp 2.000 antara lain daging ayam, telur ayam, beras, dan gula pasir. Walau demikian secara umum stok pangan tercukupi.
Mengenai bantuan sembako murah senilai Rp 70 ribu per paket namun dijual Rp 20 ribu khusus digelontorkan bagi warga miskin. Maka itu selain KTP dan KK, warga yang telah mendapatkan kupon dari pemerintah desa dan kelurahan diwajibkan membawa surat keterangan miskin. 
"Desa juga kelurahan yang mendapatkan alokasi bantuan  total 600 paket tahun ini adalah Katonsari, Mangunjiwan dan Bintoro," kata Siti Zuarin, didampingi Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Hj Sri Darwati.
Sementara di sela pembagian paket sembako, Wabup H Joko Sutanto menyampaikan, berkat pembangunan terintegrasi dari berbagai bidang terjadi penurunan angka kemiskinan cukup signigikan dua tahun terakhir dari semula 13,6 persen menjadi 11,4 persen. Ditargetkan pada akhir masa kepemimpinannya bersama Bupati HM Natsir, angka kemiskinan di Kabupaten turun di bawah 10 persen. 
"Hanya saja bencana rob yang cukup parah belakangan ini di wilayah pesisir Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung sedikit banyak berimbas pada pergerakan angka kemiskinan. Sehingga saat ini pihaknya sedang menyusun formula untuk mengatasi kemiskinan khususnya di kawasan pesisir itu dalam waktu singkat," pungkas wabup.

Penulis :
Editor   : omr