Jalan Tidak Bisa Dilalui Mobil, Warga Minta Portal Perlintasan KA Dicopot

1.4K

Warga Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, meminta portal di perlintasan tanpa palang pintu di desa itu dibongkar, dan diganti perlintasan dengan palang pintu, agar bisa dilalui mobil. Foto: Hadi Waluyo.
KAJEN - Warga Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, meminta agar besi portal yang dipasang di tengah jalan di perlintasan tanpa palang pintu di desa itu dibongkar, dan dibangun palang pintu. Pasalnya, akibat adanya portal tersebut, jalan penghubung antarkecamatan ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Padahal, jalur ini sangat penting di antaranya untuk jalan tani karena berada di tengah hamparan area persawahan.
Warga Desa Tunjungsari, Madyo, kemarin, mengatakan, dengan adanya portal di tengah jalan di perlintasan tanpa palang pintu tersebut mobil tidak bisa melintas menuju Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, dan sebaliknya.
Jalan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor. Sedangkan warga yang menggunakan mobil harus memutar melalui jalan utama Wiradesa atau Sragi.
Untuk itu warga menyampaikan keluhan tersebut kepada anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bung Ramson Siagian saat melakukan kunjungan ke desa itu. "Kami minta supaya portal dilepas dan dipasang palang pintu di rel kereta api Tunjungsari supaya bisa dilalui mobil," ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Bung Ramson langsung menindaklanjuti aspirasi warga ini dengan akan menghubungi Dirut Kereta Api di Jakarta supaya portal dibuka, dan dipasang palang pintu. 
"Saya akan sampaikan langsung ke Dirut PT KAI supaya portal dibuka dan dipasang palang pintu," ungkapnya. haw

Penulis : haw
Editor   : omr