Dindukcapil Bakar 5.421 Keping KTP-el Rusak

1.3K

Petugas Dindukcapil Kabupaten Demak disaksikan pejabat terkait dati Satpol PP dan inspektorat saat melalukan pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid dengan cara dibakar.
Sebanyak 5.421 keping KTP-el yang rusak atau invalid dimusnahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak. Pemusnahan dengan cara dibakar di halaman kantor itu disaksikan pejabat terkait dari Satpol PP dan Inspektorat.
Kepala Dindukcapil Kabupaten Demak Drs HM Afhan Noor MPd melalui Kabod Pelayanan Pendaftaran Penduduk Rustiyono SSos menjelaskan, pemusnahan dengan cara membakar KTP-el yang rusak atau invalid menindaklanjuti SE Mendagri Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el Rusak atau Invalid. Sebagai upaya mencegah tindakan penyalahgunaan dokumen administrasi kependudukan.
"Dalam SE disebutkan setelah melakukan pengecekan terhadap KTP-el yang rusak atau invalid hasil pencetakan massal 2011-2013 di kabupaten/kota diinstruksikan segera dilakukan pemusnahan dengan cara pembakaran. Di samping juga melakukan pengamanan dan pengawasan gidang penyimpanan dokumen negara agar terhindar dari aksi atau tindak penyalahgunaan," kata Rustiyono, Rabu (19/12).
Instruksi Mendagri terkait pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid tersebut berlaku secara nasional. Sehingga wajib dilakukan serentak di kabupaten/kota melalui Dindukcapil masing-masing.
Ada empat alasan KTP-el bisa dinyatakan tidak berlaku. Yakni kondisi blanko bermasalah sejak dari pabrik sehingga tidak bisa digunakan untuk mencetak identitas penduduk yang sudah mengikuti perekaman data KTP-el. Selain itu pemilik KTP-el telah alih status, kondisi kepingan KTP-el rusak larena pemakaian, atau dinyatakan hilan dan sudah dilaporkan ke kepolisian.

Penulis :
Editor   : omr