Minta Bakso Tak Diberi, Merampok Uang Rp 22 Juta

85

Penjahat kambuhan yang beberapa kali masuk bui ini, Rabu (26/12) sore kembali ditangkap polisi karena merampok di rumah Tri Handoyo. Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidyati didampingi Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramdhani menunjukkan barang bukt

WONOGIRI- Andri Novial alias Wonri (32) penjahat kambuhan yang belakangan ini bertempat tinggal di Cubluk, Wonogiri kota, kini mendekam di sel Mapolres Wonogiri setelah kakinya ditembak oleh tim Reskrin pada Rabu (26/12) sore. Hal itu dilakukan lantaran Wonri mencoba lari saat dikeler untuk menunjukkan barang bukti yang dia ambil dari rumah  Tri Handoyo  (34)  warga Cubluk RT 004, RW 004, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (23/12). Ketika itu Wonri berhasil menggasak uang tunai Rp 22 juta.

‘’Tri Handoyo itu saudara saya sendiri. Saya nekat merampok di rumahnya karena saya dendam. Bayangkan saya habis menjalani hukuman selama 10 tahun, sesampai di rumah, hanya minta bakso saja ndak diberi. Saya malah diusir,’’ kata  Wonri yang mengaku baru enam bulan menghirup udara bebas.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidyati,  didampingi Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramdhani dan  Kasubag Humas Polres Wonogiri, Kompol Hariyanto,  saat menggelar konfrensi pers,  Kamis (27/12) menuturkan bahwa keberadaan Wonri sangat meresahkan masyarakat karena seraing melakukan pemerasan. ‘’Namun sayangnya tidak ada yang berani melapor ke Polisi. Baru korban Tri Handoyo yang berani. Saya menyeru kepada warga yang merasa pernah diperas silahkan melapor tak perlu takut,’’ pinta Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidyati.

Kapolres juga menuturkan bahwa, sebelum melakukan perampokan di rumah Tri, juga telah membuat onar di salah satu  kafe di Wonogiri, namun kejadian ini pun tidak dilaporkan oleh pemilik kafe.

Menurut catatan yang berhasil dihimpun Wawasan, pada bulan Oktober 2007 lalu, Wonri ditangkap Polisi saat  bersembunyi di Jakarta. Wonri dikejar ke Jakarta lantaran mencuri bunga senilai Rp 17 juta.

Wonri nampaknya benar-benar kerasan hidup di Rutan. Terbukti, baru seminggu menghidup udara segar, telah kembali melakukan kejahatan  dan berhasil ditangkap polisi. Kini hari-harinya kembali dihabiskan di Rutan Wonogiri.

 Wonri ditangkap karena telah merampas tas milik Setiawan (20) warga  Jowogan, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, yang tengah nyantai dengan Tri Mulyani, di sebelah Bendung Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Ketika itu, Wonri bersama temannya mendekati korban dan meminta paksa tas yang dibawa korban. Karena si pemilik mempertahankan tasnya, Wonri memukul korbannya dan tali tas dipotong menggunakan pisau cutter sehingga Wonri berhasil merampasnya. Atas peristiwa itu, korban kehilangan HP dan surat-surat penting yang disimpan di dalam tas tersebut.

Saat menjalani hukuman di Rumah Tahanan Wonogiri, tahun 2009 lalu, Wonri malah membunuh teman sesama penghuni Rutan. Atas peristiwa itu, majlis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun. Wonri adalah satu - satunya terdakwa pembunuhan Furi Heriyanto (38), warga Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri di Blok A Nomor 20 Rutan Wonogiri.

Furi dibunuh Wonri dengan cara dipukul menggunakan barbel beton. Pembunuhan itu berlatar belakang pinjam meminjam STNK/BPKB. Selain itu, Wonri juga disebut nekat menghabisi Furi karena jengkel disebut sering memeras napi lain di Rutan.

Furi dan Wonri sama – sama terpidana penghuni Rutan itu. Furi dipidana karena kasus penipuan. Sedangkan Wonri terpidana kasus perampokan. Saat kejadian, Furi tinggal menjalani sisa masa tahanan tiga hari saja. Sedangkan Wonri masih menyisakan tahanan setahun lebih.

Dengan ditangkapnya Wonri kali ini, dipastikan bakal mendapat hadiah humuman yang tidak ruingan. Menurut Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidyati, setidaknya mendapat ancaman humuman 10 tahun penjara.

 

Penulis : tpe
Editor   : wied