Diarak Naik Becak, Puluhan Anak Ikuti Khitan Massal

1.7K

LAZISNU Jateng bekerja sama dengan Alfamart menggelar kegiatan khitanan massal di Kabupaten Pekalongan, kemarin. Foto: Hadi Waluyo. 2 Attachments
KAJEN - Puluhan anak di pesisir Pantura Kabupaten Pekalongan mengikuti khitanan massal di Desa Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Jumat (28/12) pagi. Sebelum disunat, puluhan anak ini diarak naik becak dengan iringan seni musik islami. 
Khitanan massal ini digelar oleh Alfamart bekerja sama dengan yayasan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU Care) melalui program donasi konsumen Alfamart 'Donasiku Sedekah LAZISNU'. Khitan massal digelar di 11 kota di antaranya Jakarta, Lampung Timur, Serang, Bandung, Yogyakarta, Pekalongan, Purwokerto, Kudus, Tuban, Jombang, dan Penajam Pasir Utara.
 Sebanyak 550 anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan untuk dikhitan secara gratis. Di Kabupaten Pekalongan, sunat massal ini diikuti oleh 50 anak.
Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto, mengatakan, khitanan massal ini terselenggara atas penggalangan donasi konsumen Alfamart pada periode April-Juni 2018. Untuk itu, ia mengajak peran serta konsumen untuk saling meringankan beban masyarakat kurang mampu.
 "Salah satunya melalui khitan massal hasil program Donasiku Sedekah LAZISNU," ucapnya. 
la mengungkapkan rasa terima kasih kepada pelanggan di Kabupaten Pekalongan, karena bersedia secara sukarela bersedekah melalui toko Alfamart. 
“Alfamart sebagai toko komunitas berusaha memberi nilai lebih kepada pelanggan bahwa tidak hanya memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari tapi turut serta juga peduli dengan masalah sosial. Selain 11 kota rencananya akan ada 20 kota lain yang mengadakan khitanan massal," katanya.
Sementara itu, Ketua PWNU Care LAZISNU Jawa Tangah, Muhammad Mahsun, menyatakan rasa syukur karena bisa memegang amanah untuk menyalurkan donasi secara maksimal. 
"LAZISNU sebagai yayasan penyalur donasi akan melaksanakan dengan transparan, bertanggung jawab, serta profesional, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar diserap secara tepat," katanya.
Salah seorang ibu rumah tangga dari Desa Pekuncen, Rohmaniah, mengaku senang dengan adanya khitan massal tersebut. Sebab apabila dikhitan sendiri, biaya lebih dari Rp 1 juta. "Senang sekali bisa ikut. Ini membantu dan Alhamdulillah anak saya saat ditawari juga mau, karena dia memang ingin disunat sejak kelas dua SD saat lihat keponakannya sunat," tutur ibu dari Maezun Alviano Sugiyanto (9) ini.

Penulis : haw
Editor   : jks