Akhir Tahun, Polres Blora Razia Tempat Hiburan

198

Tim gabungan Satresnakorba, tim Dokkes Polres, dan PM menggelar razia narkoba, miras dan obat-obatan terlarang di tempat hiburan barat Kota Blora dengan tes urine. Foto : Ist/

BLORA – Polres Blora menggelar razia peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang menjelang malam pergantian tahun baru 2019. Razia digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Blora di sejumlah tempat hiburan malam. Tidak tanggung-tangung, saat razia pertama berlangsung hingga Minggu (30/12) dini hari, Satuan Reserse Narkoba juga memboyong tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres setempat.

 Bahkan jajaran Polisi Militer (PM) juga ikut diterjunkan dalam razia sejumlah tempat hiburan, berikut pelaratan laborat, dan anjing pelacak. Kegiatan ini bersifat atas instruksi Mabes Polri. “Razia akan terus kami pada gelar awal 2019, dan terus berlanjut,” tandas Kapolres AKBP Antonius Anang melalui Kasat Resnarkoba AKP Suparlan, Selasa (1/1).

Razia kali ini, lanjutnya, sebagai upaya cipta kondisi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada malam malam pergantian tahun, dan rutinitas keseharian di tempat hiburan. Diakuinya, Polisi akan terus gencar melakukan razia narkoba, minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang, karena disinyalir tingkat kerawanan peredaran narkoba di Blora akan meningkat. “Untuk mencegah dan mempersempit peredaran nakorba, miras dan obat-obatan terlarang, kami akan terus menggelar razia,” tambah AKP Suparlan.

 

Terdiam

Dalam razia Minggu malam, petugas gabungan menyambangi tempat karaoke di kawasan Pos Ngancar, Kecamatan Tunjungan, Blora. Kedatangan tim gabungan mengagetkan para pemandu lagu (PL), pengelola, dan pengunjung. Bahkan saat pengunjung tengah asyik menyanyikan lagu bersama PL, semua terdiam, duduk manis, dan menghentikan aktivitasnya. Selanjutnya, tim gabungan terus begerak melakukan razia, dan mengarahkan para pengunjung laki laki maupun perempuan untuk melakukan tes urine. 

 

Dari cafe pertama yang jadi obyek razia, tim mengosek Café 99 yang berlokasi tidak jauh dengan café pertama, dan pengujung sedang asyik menyanyikan lagu bersama para PL menghentikan aktivitas.

 

Di obyek razia kedua, selain didata semua indentitas PL maupun pengunjung, satu persatu dilakukan tes urine, bahkan pegawai tempat hiburan malam juga tidak luput dari pendataan serta tes urine. Dari Cafe 99, tim yang dikoordinir Kasat Resnarkoba AKP Suparlan, masuk ke Cafe-Karaoke 123, semua pengunjung dan PL atau pemandu karaoke (PK) yang tengah nge-room, di ruang tunggu didata untuk menjalani tes urine.

“Dari tiga tempat hiburan malam itu, tidak ada satupun yang luput dari razia, dan tes urine semua negatif,” jelasnya.

 

Razia dimulai pukul 22.00 WIB dan berakhir 01.30 WIB dini hari, pengelola, pengunjung serta para PL atau PK diberikan pengarahan dan pembinaan untuk menjauhi segala jenis narkotika.

“Mereka kami berikan pembinaan bahaya pemakaian dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, miras, dan sejenisnya,” tambah AKP Suparlan.

 

Suparlan mengingatkan, penyalahgunaan narkoba, miras dan obat-obatan telarang bisa membuat orang teler dan mabuk, ini berpotensi memicu terjadinya tindak kejahatan.

Penulis : wah
Editor   : jks