Curi HP di Masjid, Dua Wanita Sarjana Ekonomi Dibekuk

77

MAGELANG- Dua orang perempuan pencuri spesialis telepon genggam berhasil  diringkus aparat Polres Magelang Kota. Keduanya  yakni Fitri Kurniawati (21) asal Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo dan Rossy Purnama Ramadhan (20), asal Desa Banguntapan, Kabupaten Bantul.

“Kedua tersangka ini ditangkap setelah  melakukan pencurian di masjid Universitas Negeri Tidar Magelang pada akhir  November lalu,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Senin ( 31/12).

Kristanto mengatakan, aksi kedua pelaku yang  menyandang gelar sarjana ekonomi  ini terekam kamera pengintai yang dipasang di masjid Untidar Magelang. Dan selang beberapa hari, setelah dilakukan penyelidikan, kedua tersangka  berhasil di sebuah rumah kos di kawasan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY  berikut sejumlah barang buktinya.

 Dari tangan tersangka ,polisi berhasil menyita sebanyak 10 buah telepon genggam yang diduga merupakan hasil kejahatannya.

Dalam keterangannya kepada petugas, kedua tersangka mengaku melakukan aksinya tidak hanya di kampus Untidar Magelang saja, melainkan juga beraksi di sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta seperti di UGM, UPN Veteran, UNY, UMY, STTE Palagan dan di masjid Gejayan Yogyakarta.

"Bahkan mereka tidak hanya sekali saja melakukan aksinya. Melainkan  berkali-kali mencuri di setiap kampus.  Tercatat di kampus UGM sebanyak empat kali, UPN  tiga kali, UMY empat kali, UNY tiga  kali, STTE dan masjid Gejayan masing-masing satu kali," kata  Kristanto.

Ia menambahkan,  dari kedua tersangka tersebut mempunyai peran yang berbeda- beda,  Tersangka Rossy Purnama Ramadhan  berperan mengawasi  tempat yang akan dijadikan lokasi pencurian, sedangkan rekannya Fitri Kurniawati  menjadi eksekutor,

 Untuk tidak diketahui oleh calon korban dan orang lainnya, kedua  tersangka ini sebelum menjalankan aksinya  menyamar ikut menuaikan ibadah shalat di masjid yang menjadi sasarannya.

Saat ini keduanya  tersangka diamankan di tahanan Polres Magelang Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, salah satu pelaku, Fitri Kurniawati  mengaku, dirinya  nekat melakukan pencurian telepon genggam  demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya setelah berhenti bekerja beberapa bulan yang lalu.

“ Pertama kali saya  mencuri di sebuah masjid di dekat RS Panti Rapih Yogyakarta,” akunya.

 

Penulis :
Editor   : omr