Banyak Bencana, Perayaan Malam Tahun Baru di Kajen Sederhana

39

Pekalongan menggelar doa bersama untuk merayakan pergantian malam tahun baru di Kota Santri. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN - Dalam momentum perayaan Tahun Baru 2019, Pemkab Pekalongan melaunching smart regency. Tahun baru 2019 memberikan semangat bagi pemerintah kabupaten untuk lebih membangun dan lebih terbuka lagi.

"Smart regency memberi kemudahan bagi masyarakat untuk dapat mengakses atau mencari informasi tentang apa saja baik itu pendidikan, kesehatan atau apa saja yang terkait Kabupaten Pekalongan," terang Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat memberi sambutan pada malam perayaan Tahun Baru 2019 di Boulevard Pendapa Kabupaten Pekalongan di Kajen, Senin (31/12) malam.

Selain itu, kata Bupati, pada tahun 2019 prioritas pembangunan di Kabupaten Pekalongan masih akan fokus pada infrastruktur, pendidikan serta mambangun budaya. "Kita akan berusaha menyeimbangkan pembangunan lahiriyah dan batiniah, spiritual dan material dan akan terus memerangi kemiskinan yang pada tahun 2018 sudah turun menjadi 10.06 persen dari sebelumnya 12,98 persen," tuturnya.

Terkait perayaan tahun baru kali ini yang sederhana, Bupati menuturkan karena Pemerintah Kabupaten Pekalongan ikut prihatin dengan kondisi bangsa saat ini sering terjadi bencana. "Beberapa waktu yang lalu di beberapa tempat terjadi bencana, dan beberapa hari kemarin terjadi tsunami di Banten dan Lampung. Untuk itu perayaan tahun baru kali ini mengambil tema 'Doa untuk Ibu Pertiwi' agar bangsa ini khususnya Kabupaten Pekalongan terhindar dari bencana, dan ini bentuk simpatik seluruh masyarakat Kota Santri serta para warga yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan diberi semangat untuk membangun kembali daerahnya," ujar Bupati.

Bupati juga mengucapkan selamat Tahun Baru 2019 bagi masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Santri. Beberapa keberhasilan pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat di tahun mendatang diharapkannya sebagai energi baru. “Semoga menginjak tahun 2019 bisa dijadikan energi positif bagi Pemkab Pekalongan untuk lebih melayani masyarakat,” katanya.

Untuk menyambut pergantian tahun, Bupati Asip dan jajarannya sengaja mengadakan istighotsah karena beberapa daerah tengah berduka. “Situasi di beberapa daerah tengah berduka, karena dilanda bencana. Maka dari itu kami mengadakan perayaan pergantian tahun dengan cara berbeda,” imbuhnya.

Selain istighotsah, pihaknya membuka donasi untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana. “Program-program yang sudah dilakukan oleh pemkab dan terbukti berhasil seperti menurunkan angka kemiskinan yang awalnya 12,9 persen kini menjadi 10,06 persen. Solusi penanganan rob dengan dana mencapai Rp 500 miliar hingga perbaikan sarana dan prasaranan yang sudah dilakukan akan kami tingkatkan,” ujarnya.

Bupati juga meminta doa kepada masyarakat agar Kabupaten Pekalongan bisa lebih maju, aman dan nyaman. “Untuk meningkatkan perekonomian beberapa pasar juga tengah dibangun, seperti Pasar Bligo Kecamatan Buaran, Pasar Pekajangan Kecamatan Kedungwuni, dan Pasar Kedungwuni serta Pasar Doro. Selain itu peningkatan kualitas kesehatan juga terus dilakukan dengan berbagai program yaitu Kartu Kajen Sehat, Kartu Kajen Pintar, program Jumat bersih, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

 

Penulis : haw
Editor   : wied