Purbalingga Jadi Produsen Kopi Terbesar di Banyumas

108

Pengunjung memenuhi  stand  Festival Kopi di alun-alun Purbalingga. Event itu  digelar untuk memperkenalkan kopi Purbalingga  kepada khalayak.(Foto :Joko Santoso)      

PURBALINGGA Animo petani di Kabupaten Purbalingga untuk menanam kopi semakin tinggi. Saat ini di wilayah tersebut sedang digalakkan gerakan menanam pohon kopi. Bahkan Kabupaten Purbalingga saat ini menjadi produsen kopi terbesar di eks karisidenan Banyumas.

Demikian diungkapkan panitia Festival Kopi Purbalingga  Gunanto Eko S., Selasa (1/1). Dia menuturkan, Festival Kopi yang digelar Jumat (28/12) sampai Sabtu (29/12) di kawasn alun-alun. Festival bertemakan 'Mengembalikan Kejayaan Kopi Purbalingga' ini memiliki makna tersendiri. Mernurutnya, Purbalingga di era sebelum tanam paksa (1813) masyarakat Purbalingga sudah menanam pohon kopi.

"Baru sekitar era tanam paksa penanaman kopi lebih masif, ada sekitar 10 juta batang pohon kopi di Purbalingga. Sehingga Purbalingga menjadi produsen kopi terbesar se karesidenan Banyumas. Kopi kita diangkut ke pelabuhan Cilacap menuju ke  Batavia untuk kemudian diekspor ke Eropa," ujarnya.

Plt Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang hadir membuka acara mengatakan  Purbalingga memiliki potensi kopi yang cukup bagus. Dimana hampir di setiap kecamatan memiliki kopi khasnya masing-masing. Demikian pula dari sisi pemasaran, Kopi menjadi minuman yang banyak dicintai masyarakat baik tua-muda pria-wanita, bahkan menjadi semacam life style . "Sekarang meyeduh kopi di pagi hari merupakan kebiasaan masyarakat. Gerai juga kopi bermunculan di mana mana," katanya.

Tiwi juga menginginkan  adanya Desa Wisata Kopi di Purbalingga. Dimana desa tersebut tersedia perkebunan kopi sekaligus tersedia tempat pemrosesan kopi menjadi siap saji. Dia ingin Purbalingga bisa belajar dari Bali. Di sana yang namanya perkabunan kopi bisa jadi destinasi wisata. “Sayapun ingin ada desa penghasil kopi menjadi semacam itu. Disana  kita mulai menikmati pemandangan perkebunan kopi, belajar  cara memetik kopi, memproses kopi yang baik dari hulu sampai hilir," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Purbalingga Adi Purwanto mengatakan Festival Kopi mampu menghasilkan transaksi sekitar Rp 100 juta selama dua hari. Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa kopi Purbalingga mulai mendapatkan tempat di kalangan pecinta kopi

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied