Siapkan Vokasi dan Pembaruan Pembelajaran

37

Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mendampingi Menristekdikti M Nasir saat hadir di Dies Natalis ke-34 UT di UTCC

SEMARANG - Universitas Terbuka (UT) yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh memiliki status yang sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya di Indonesia. Nyatanya dalam setiap pertemuan rektor PTN, pimpinan UT selalu diundang Kemenristekdikti. Terdekat, dalam Rakernas Kemenristekdikti 2019 di kampus Undip, Tembalang, 3-4 Januari ini, Rektor UT Prof Drs Ojat Darojat MBus PhD ikut hadir.

Dalam rakernas yang dihadiri Menristekdikti M Nasir dan semua rektor PTN itu, selain membahas penguatan institusi riset dan inovasi, juga akan dilakukan peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), lembaga yang menangani SBMPTN.

Menurut Kepala UPBJJ-UT Semarang Dr Suparti MPd, kehadiran Ojat di berbagai rapat Kemenristekdikti memiliki makna yang strategis, bahwa UT setara dengan PTN lain dan eksistensinya diakui.

''Pengakuan lain adalah bahwa banyak lulusan UT Semarang yang lolos dalam tes CPNS. Ini artinya lulusan dari perguruan tinggi ini tak kalah dengan PTN yang lain,'' kata Suparti saat dihubungi, kemarin.

Prodi Baru

Ditambahkan dia, UT Semarang sendiri terus membekali mahasiswa dengan pembaruan pembelajaran sehingga ketika lulus mampu bersaing dalam dunia kerja. Satu terobosannya adalah membuka program studi (prodi ) Sistem Informasi di tahun 2019 ini.

Diharapkan dengan prodi ini membekali  lulusan dengan keterampilan atau vokasi kepada masyarakat dalam memperdalam sistem informasi. Apalagi saat tantangan di era global, kemampuan sistem informasi begitu memegang peran penting.

''Kuliah di UT yang menggunakan sistem mandiri, terbuka dan jarak jauh sangat enjoy. Mahasiswa tak diwajibkan datang ke kampus, kecuali saat ujian,'' tambahnya. Hal mudah lainnya, adalah kuliah di UT tak terbatas usia, tak terkait tempat tinggal dan ijazah. 

 

Penulis :
Editor   :