Bawaslu Proses 4 Kasus Dugaan Pelanggaran

56

Sehubungan keterbatasan personel, Bawaslu Kabupaten Demak  berharap banyak informasi dugaan pelamggaran dari masyarakat, demi terselwnggaranya Pemilu Berkualitas Berintegritas.  Foto : sari jati

DEMAK - Selama kurun 2018, Bawaslu Kabupaten Demak menangani empat kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019. Keempat kasus tersebut semuanya berkaitan dengan tahapan kampanye.

Pada 'Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 Bawaslu Kabupaten Demak dalam Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Pemilu 2019' Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh menuturkan, mulain dibentuk pada pertengahan Agustus 2018, Bawaslu langsung 'tancap gas' menjalankan fungsi pengawasan.

"Diawali dengan pengawasan tahapan kampanye yang dimulai 23 September. Kemudian lanjut dengan pengawasan daftar pemilih, mulai dari DPS hingga penyempurnaan DPT HP. Serta turut serta memantau kesiapan logistik," ujarnya, didampingi dua komisioner Bawaalu Ulinnuha dan Lispiyatun, Rabu (2/1).

Terkait tahapan kampanye, menurut Khoirul Saleh, hingga 31Desember lalu tercatat ada empat kasus dugaan pelanggaran pemilu yang ditangani Bawaslu. Terdiri dari kampanye melibatkan anak di bawah umur, menggunakan mobil dinas, melibatkan perangkat desa, juga berkampanye di tempat ibadah.

"Semuanya terselesaikan. Ada yang mengakui khilaf, ada yang berkilah tidak bermaksud terlibat, serta ada pula karena ketidaksengajaan," ujarnya.

Sedangkan mengenai kesiapan logistik pemilu, disebutkan, dari sekian item yang dibutuhkan di TPS, hanya bilik suara yang ketersediaannya belum sesuai kebutuhan. Ada kekurangan 27 bilik suara.

"Sebab  dari kebutuhan 14.400 bilik suara, yang sudah tersedia 10.059 berbahan aluminium sisa pemilu sebelumnya. Ditambah 14.433 kiriman baru dari bahan kardus. Sehingga masih kurang 27 bilik," lata Khoirul Saleh.

Sementata kaitannya kotak suara, dari total kotak dibutuhkan sebanyak 18.229, telah terpenuhi dalam tiga tahap pengiriman.

 

 

Penulis : ssj
Editor   : wied