SMK Nusa Persada Tempati Delapan Gedung Baru

435

Sekretaris Yayasan Nusapersada Salatiga SMK Nusa Persada, Suroso "Ucok" Kuncoro (kiri) saat memotongnya tumpeng dan diserahkan kepada  salah pengajar sekolahan setempat sebagai tanda diresmikannya sekaligus penempatan gedung baru SMK Nusa Persada Karang B

TENGARAN - SMK Nusa Persada Karang Balong, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang resmi menempati delapan gedung B sejak, Kamis (3/1) ini. Gedung baru ini nantinya, untuk proses belajar mengajar jurusan Farmasi dan Multimedia. Sehingga, total siswa  yang ada mampu menampung sebanyak 120 siswa.

Hal ini disampaikan Sekretaris Yayasan Nusapersada Salatiga SMK Nusa Persada, Suroso "Ucok" Kuncoro ditengah-tengah tasyakuran peresmian sekaligus penempatan gedung baru SMK Nusa Persada Karang Balong, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (2/1).

Peresmian sekaligus penempatan gedung baru SMK Nusa Persada Karang Balong, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ucok diserahkan kepada salah satu tenaga pengajar setempat. Ucok menjelaskan, sebelumnya 191 siswa yang menempati gedung lama yakni di Kampus Cebongan, Kota Salatiga.

"Untuk selanjutnya, gedung lama yakni di Cebongan akan digunakan untuk Akademi Teknik Wacan Manunggal masih satu Yayasan dengan Nusa Persada juga," kata Ucok, kemarin siang.

Adapun, delapan gedung baru berada dalam satu komplek dengan SMK Nusa Persada Karang Balong, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang dibangun di atas lahan kurang lebih 900 meter persegi. "Dan kita sudah sepakat, pengoperasionalan dimulai Kamis (3/1) dengan total siswa 191 siswa dari skala I-III," paparnya.

Menghabiskan total anggaran Rp 4,5 miliar bersumber dari Pembina Yayasan dan Pengurus Yayasan adanya gedung baru ini memilki harapan besar demi kemajuan SMK Nusa Persada di tahun-tahun berikutnya setelah meluluskan dua angkatan.

"Harapannya, adanya gedung baru ini bisa menyatukan antara siswa dengan guru sesuai dengan Wawasan Widya Mandala. Selain itu, guru tidak lagi mondar-mandir meski sebelumnya hanya berjarak 500 meter," terangnya.

Diharapkan pula, lanjut Ucok, prestasi para siswa terus meningkat. Meski pun tahun 2018 lalu SMK Nusa Persada telah berhasil memberangkatkan sejumlah lulusan SMK ke Perguruan  Tinggi Anhui, di Tingkok, Negara  RRC.  "Kami juga baru saja kebetulan mendapatkan Akreditasi B dari Badan Akreditasi  Nasional Sekolah dan Madrasah Provinsi Jateng," sebutnya.

Ditambahkan Kapala Sekolah SMK Nusa Persada Joko Margono bahwa dengan tahun baru 2019 ini, mudah-mudahan baik guru dan siswa lebih bersemangat lagi untuk meningkatkan kinerja dan proses belajar-mengajarnya.

Joko yakin akan lebih siap setelah sebelumnya para siswa dan guru menempati lokasi lama.

"Gedung baru ini hanya pengembangan. Sebelumnya sudah ada delapan kelas untuk dua ruang Lab Farmasi, atau ruang Lab Multimedia, satu ruang guru dan satu ruang Kepala Sekolah serta Kantor Administrasi," pungkas Joko Margono.

Sehingga selama ini hanya menggunakan tiga ruang belajar selama kurang lebih empat tahun terakhir.

"Dengan ditambahnya delapan ruang baru, untuk selanjutnya  semua dikonsetrasikan di Karang Balong ini. SMK Nusa Persada tahun ajaran kemarin menerima 60 siswa yakni, untuk Farmasi 50 siswa dan multimedia 18 siswa yang terbagi dalam tiga rombel," tutur Joko.

Total saat ini sebanyak 191 terbagi dalam delapan rombel (rombongan belajar). Harapannya, tahun ini membuka jurusan baru yakni Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepada Motor.

"Sebelumnya, pengurus ngotot untuk membuka jurusan Keperawatan namun masih dalam penggodokan," imbuhnya.

Dalam waktu yang sama, SMK Nusa Persada ternyata juga telah mengantongi empat guru yang lolos sertifikasi PLPG. Sebelumnya, SMK Nusa Persada ikut sertifikasi PLPG dan meloloskan empat guru yakni guru Farmasi satu orang, guru Matematika satu orang, serta Bahasa Inggris satu orang.

"Satu guru Farmasi gugur karena massa kerja kurang yakni di bidang Farmasi dengan massa kerja kurang dari tiga tahun," tambahnya.

Selain mengantongi guru besertifaksi PLPG SMK Nusa Persada juga memiliki tiga asesor yaitu bertugas untuk menguji Ujian Sertifikasi Kompetensi (USK) di sekolahan lain. Tiga orang asesor itu adalah dibilang Farmasi dan satu Multimedia.

Salah satu asesor Bidang Farmasi Heru Widarto (33) yang ditemui menjelaskan, ia bisa berpredikat sebagai asesor sebelumya harus lolos dari serangkaian ujian BNSP pusat. "Sejauh ini, saya sudah sampai keliling Indonesia dalam melakukan pengujian. Dengan adanya sertifikasi ini, SMK Nusa Persada bukan lagi SMK abal-abal," imbuh Heru Widarto.

 

 

Penulis : ern
Editor   : wied