Santunan Kematian Cair Dalam Waktu Sehari

86

Bupati Kudus HM Tamzil saat menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris almarhum. Foto; Ali Bustomi

KUDUS – Program santunan kematian di Kudus kini bisa langsung dicarikan dalam waktu sehari. Untuk memastikan  bahwa program tersebut terlaksana dengan baik, penyerahan santunan kematian perdana di tahun 2019, diserahkan langsung bupati Kudus, H.M. Tamzil kepada enam penerima.

Penerima santunan yakni ahli waris almarhum Rudi Hartono warga desa Kramat, ahli waris almarhum Noor Ali warga desa Singocandi, ahli waris almarhum Judi warga desa Klumpit, ahli waris almarhum Sumartono warga desa Rejosari dan ahli waris almarhum Selamet warga desa Pedawang. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar satu juta rupiah.

Kedatangan Tamzil ke rumah warga yang meninggal merupakan wujud bahwa pemerintah kabupaten Kudus hadir bagi warganya yang kurang mampu. Selain itu, kesempatan tersebut juga dijadikan sarana untuk bersilaturahmi dengan warga.  "Kedatangan saya kesini untuk bersilaturahmi dan juga menyampaikan belasungkawa. Saya juga ingin memastikan bantuan ini benar-benar disampaikan ke warga," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan program-programnya yang menjadi janjinya ketika berkampanye terutama tentang program jaminan kesehatan dan bantuan untuk guru swasta.  "Bantuan untuk guru swasta serta guru Madrasah Diniyah kini juga bisa segera dicairkan," tutupnya.

Program Santunan Kematian merupakan program peninggalan bupati sebelumnya, H Musthofa. Namun,dalam pelaksanaannya, pencairan santunan kematian tersebut memakan waktu cukup lama bahkan hingga berbulan-bulan.

Hal ini dikarenakan pada masa sebelumnya, program santunan kematian masuk dalam anggaran hibah sehingga penerima bantuan harus jelas dulu nama hingga alamatnya.

Namun pada periode kepemimpinan HM Tamzil, santunan kematian kini masuk dalam anggaran bantuan social sehingga bisa dicairkan sewaktu-waktu.

 

Penulis : ali boestomi
Editor   : wied