Pesta Bakar Nila, 21 Orang Keracunan

135

Dokter Abdul Rosid pemilik Klinik Sabrina sedang memantau kondisi pasien keracunan yang bernama Yoga Tri Nugroho. Foto: Tulus PE

WONOGIRI- Sejumlah 21 warga Menger, Desa Kedunggupit, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, bersama-sama dibawa ke klinik Sabrina yang ada di Sidokriyo, Kecamatan Ngadirojo, lantaran diduga keracunan  ikan bakar saat pesta malam tahun baru.

Ketika Wawasan ke Klinik Sabrina, dr Abdul Mursid, pemilik klinik didampingi istrinya, dr Handawati, menuturkan, pasien dari Dusun Menger tersebut datang ke kliniknya hampir bersamaan pada hari Selasa (1/1) sekira pukul 23.00. Mereka semuanya mengeluhkan sakit pada bagian perut, pusing, mual, diare dan suhu badan diatas rata-rata.

‘’Total yang datang ke sini ada 21 orang. Setelah kita lakukan penanganan medis, ada 12 yang harus mondok, dan sembilan lainnya obat jalan. Dan tidak ada yang sampai kita rujuk ke rumah sakit. Semuanya bisa tertangani di sini,’’ kata dr Mursid.

Yoga Tri Nugroho, pasien yang kondisinya paling parah diantara yang lain, ketika dijenguk Wawasan,  sudah bisa diajak bicara dan kondisinya relatif baik. ‘’Saat datang ke sini, badan rasanya lemas, perut sakit dan tangan tidak bisa digerakkan, kini sudah membaik tapi masih lemas,’’ jelasnya.

Dijelaskan, dirinya bersama pemuda karangtaruna Dusun Menger, pada malam tahun baru menggelar acara bakar ikan dan ayam potong. Untuk camilannya menggoreng tahu dan minumnya ada yang teh, kopi dan sprite.

‘’Ayam yang dipotong ada tiga ekor, dan ikannya sekitar 15 kilo. Untuk bumbunya, sebagian meracik sendiri, sebagian beli bumbu yang sudah jadi,’’ katanya sembari menuturkan saat makan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan, dan semua makan tak ada keluhan.

Usai pesta yang berlangsung di Rumah kosong milik Parwoto di Dusun  Menger RT 01 RW 02, Desa Kedunggupit, semua kembali ke rumahnya masing-masing.

Pada Selasa (1/1) siang, ada satu dua warga yang mengelukan badannya tidak enak, namun dikiranya masuk angin biasa karena malamnya begadangan. Namun, ternyata jumah warga yang sakit terus bertambah hingga lebih dari 20 orang.

Di saat kepanikan, ada warga yang berinisiatif menghubungi Setiawan  pimpinan relawan AD 1 PM untuk meminta bantuan ambulan. Atas kesigapan Setiawan, sarana transportasi untuk membawa pasien ke klinik Sabrina bisa teratasi.

 

Penulis : tpe
Editor   : wied