11 Makam di TPU Giri Laya Magelang Dirusak Orang

372

 Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian,  hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai keterangannya.  Saat para wartawan menghubunginya melalui pesan Whatsapps ( WA) hanya ada tanda dibaca saja dan  tidak dijawab.

MAGELANG- Sedikitnya 11 nisan makam Kristen yang ada di Pemakaman Umum Giri Laya Kota Magelang dirusak oleh orang tidak dikenal.  Dan hingga saat ini jajaran Polres Magelang Kota, masih melakukan penyelidikan  dan mencari siapa pelaku perusakan tersebut.

“Kami mendapatkan laporan adanya  vandalisme terhadap nisan makam yang ada di kompleks tempat pemakaman umum Giri Laya pada Selasa ( 1/1) malam. Dan langsung  kami melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kapolsek  Magelang Selatan, Kompol Moch Choirul Anwar, Rabu ( 2/1).

 Moch Choirul Anwar mengatakan, dalam penyelidikan awal yang dilakukan malam hari tersebut pihaknya menemukan beberapa nisan makam yang dirusak. Dan, saat penyelidikan  pertama karena suasana kompleks pemakaman gelap , maka penyelidikan tersebut kembali dilakukan pada Rabu pagi .

Menurutnya, dari hasil penyelidikan awal tersebut ditemukan 11 nisan yang kedapatan telah dirusak. Adapun ke-11 nisan tersebut tersebar di beberapa blok yang ada di pemakaman umum terbesar di Kota Magelang tersebut.

Anwar menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti motif dari aksi vandalisme tersebut. Selain itu, pihaknya juga berupaya mencari siapa pelaku perusakan.

“Kami belum bisa memastikan siapa pelaku perusaka dan kami terus mendalami kasus ini sambil mencari pelaku guna mengetahui motif di baliknya,” ujarnya.

Anwar mengatakan, pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah petugas dari UPT TPU Giri Laya. Namun, dari pihak keluarga  (ahli waris) dari makam yang dirusak, hingga saat ini belum ada yang memberikan laporan kepada polisi.

Atas adanya aksi vandalism nisan makam tersebut, pihaknya meminta kepada masyarakat Kota Magelang untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya isyu-isyu yang menyesatkan.

 “Kami dalami kasus vandalisme ini sambil berharap jangan terlalu dibesar-besarkan. Jangan dikaitkan pula dengan isu-isu saat ini, seperi SARA atau Pilpres atau apa pun. Pasrahkan saja ke kami untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

 Sementara itu, dari pantauan  yang dilakukan di  TPU Giri Laya, sebagian besar nisan makayang dirusak yakni  lambang salib yang ada di  nisan makam tersebut, baik yang terbuat dari cor semen maupun yang terbuat dari kayu. Bahkan, ada pula salib yang terbuat dari kayu dicabut dari atas makam tersebut dan dihancurkan  dengan cara dipatah-patahkan,

Salah satu petugas kebersihan  makam Giri Laya, Mbah Mul mengatakan, sebagian besar nisam makam yang dirusak  terdapat di blok A2, B2, dan B1.

 “Jumlahnya cukup banyak, ada belasan. Nisan yang rusak memang bentuknya salib. Ada yang dicabut dan ada juga yang rusak seperti dipecah,” tuturnya.

Menurutnya, dirinya mengetahui adanya nisan makam yang dirusak pada Rabu  (2/1) pagi hari. Ketika ia akan melakukan aktivitasnya sebagai tukang bersih –bersih makam.

Saya tahunya pagi hari (kemarin, red) dan ternyata yang rusak banyak. Belum pernah terjadi sebelumnya dan aneh yang rusak kenapa salib semua. Saat Natal banyak yang ziarah dan nisan masih utuh,” katanya.

 Sementara itu, Kasi Pengelolaan Pemakaman TPU Giri Laya Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang , Pitoyo  Jati enggan memberikan keterangan kepada wartawan.

“Nanti yang akan memberikan keterangan Pak Kepala Dinas Lingkungan Hidup, saya tidak berwenang,” katanya.

 

Penulis : widias
Editor   : wied