Gelombang Tinggi, Pelayaran Jepara Ditutup Sementara

189

Kepala UPP Syahbandar Jepara, Tri Jotho tengah mengecek situasi perairan Karimunjawa melalui monitor di Kantor Pelabuhan Jepara, Rabu (2/1). Cuaca buruk yang terjadi membuat pelayaran di Jepara-Karimunjawa ditutup sementara. Foto : Budi Santoso.

JEPARA- Gelombang tinggi yang terjadi di perairan utara Jepara membuat otoritas pelayaran Jepara-Karimunjawa menutup jalur Jepara-Karimunjawa. Sejak 1 Januari 2019 hingga tanggal 5 Januari, sesuai dengan perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika), cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk pelayaran kapal-kapal yang ada.

Kepala UPP Syah Bandar Jepara, Tri Jotho menyebutkan, sesuai dengan informasi dari BMKG, perairan Jepara akan mengalami ombak dengan ketinggian antara 1,5 Meter sampai 2,5 Meter. Sementara kecepatan angin mencapai lebih dari 23 knot. Kondisi ini menurutnya tidak rekomended bagi pelayaran kapal-kapal yang memiliki balas air kurang dari 2,5 meter. Kapal-kapal yang melayani jalur Jepara-Karimunjawa kebetulan masuk dalam kategori ini, sehingga tidak diberikan izin untuk berlayar.

“Untuk sementara kami tidak mengeluarkan ijin berlayar untuk jalur Jepara-Karimunjawa. Sesuai informasi dari BMKG, kondisi ini akan berlangsung hingga tanggal 5 Januari. Sampai cuaca dipastikan memungkingkan, baru aka nada lagi pelayaran ke Karimunjawa dan sebaliknya,” ujar Tri Jotho, Rabu (2/1).

Buruknya cuaca juga membuat sejumlah kapal harus berlabuh mencari perlindungan. Pulau Panjang yang berada di sebelah Barat Jepara menjadi salah satu tempat untuk bersandar sejumlah kapal. Tri Jotho menyebutkan sedikitnya ada 6 kapal berukuran cukup besar berada di kawasan Pulau Panjang. Satu kapal tangker dan 5 tongkang- Tag Boat, bersandar dilaporkan berada di kawasan Pulau Panjang sejak 1 Januari lalu.

Sementara itu terhentinya pelayaran Jepara-Karimunjawa membuat sejumlah wisatawan di Karimunjawa belum bisa kembali ke Jepara daratan. Mereka masih menunggu dibukanya kembali pelayaran yang bisa mengangkut mereka. Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jepara, Arwin Nor Isdianto menyebutkan jumlah wisatawan yg masih tertahan di Karimunjawa sampai 2 Desember adalah 279 orang. Mereka masih berada di hotel masing-masing. Kemungkinan mereka baru bisa berlayar pada Jumat (4/1) jika cuaca sudah membaik.

Di luar itu, koordinasi yang telah dilakukan dengan Disporaparbud Provinsi Jawa Tengah, diupayakan angkutan udara untuk mereka yang masih berada di sana. Untuk penerbangan akan di-handle oleh Wings Air dengan extra flight, berkapasitas 60 orang. Pemkab Jepara sendiri sudah menginstruksikan kepada Puskesmas Karimunjawa untuk bersiap memberikan pelayanan kesehatan bagi para wisatawan yang berada di sana.

“Untuk penerbangan yang akan dibuka oleh Wings Air sudah dikoordinasikan. Namun, untuk biaya penerbangan tetap dibebankan kepada masing-masing wisatawan. Agak mahal, tapi bisa segera meninggalkan Karimunjawa,” ujar Arwin Nor Isdiyanto, secara terpisah, Rabu (2/1).

 

Penulis :
Editor   : wied