Pemalsu BPKB Rayakan Malam Tahun Baru Di Hotel Prodeo

261

Komplotan pemalsu BPBK saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Grobogan. Foto : Felek Wahyu

GROBOGAN- Empat orang yang tergabung dalam komplotan pemalsu Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) berhasil diringkus petugas Sat Reskrim Polres Grobogan. Dari empat tersangka, ketiganya warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Yakni Abu Ndorin, Wahyu Pramono dan Sugianto. Serta seorang perempuan bernama Siti Chotijah warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.

Dari tangan para tersangka ditemukan 25 BPKB palsu. Sekilas, BPKB yang mereka buat mempunyai kemiripan dengan BPKB aslinya. Yakni terdapat hologram didalamnya yang membuat sejumlah koperasi yakin bahwa BPKB tersebut asli dan layak menjadi jaminan pinjaman uang.

Kronologi bermula ketika, di sebuah KSP di Jalan Diponegoro, Purwodadi curiga dengan jaminan BPKB bernopol K 9028 AL yang digunakan sebagai agunan. BPKB tersebut diduga palsu. Karena itu, pihaknya langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Grobogan.

Mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian mengecek BPKB tersebut. Dari hasil pemeriksaan, BPKB itu memang palsu. Kemudian, tim Satreskrim Polres Grobogan dan Subdit III Jatanras Krimum Polda Jateng melakukan penangkapan kepada pelaku awal yakni Siti Chotijah, peminjam dana yang menggunakan BPKB palsu tersebut pada koperasi yang bersangkutan.

"Setelah dikembangkan, ada tiga tersangka lain yang juga ikut terlibat dalam pemalsuan BPKB," ungkap Kapolres Grobogan, AKBP Choiron El Atiq dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Rabu (2/1).

Sugiyanto, satu dari tiga tersangka mengakui perbuatannya. Sebelumnya, ia membeli BPKB asli yang sudah tidak terpakai sebagai bahan pembatan BPKB palsu. "Saya membeli BPKB yang tidak terpakai. Kemudian, BPKB tersebut saya daur ulang menjadi BPKB palsu," akunya.

Dari hasil pengembangan, BPKB palsu ini dipergunakan sebagai agunan pinjaman uang di sejumlah koperasi. Tidak hanya di Kabupaten Grobogan saja, 25 BPKB palsu lainnya dijadikan jaminan di beberapa koperasi lintas eks Karesidenan Pati seperti di Kabupaten Jepara, Pati, Rembang dan Kudus.

Para tersangka juga mengaku, mereka memperjualbelikan BPKB palsu tersebut kepada masyarakat dengan harga Rp 1,8 juta per BPKB, baik BPKB motor maupun mobil. Menjelang akhir tahun 2018, para tersangka harus menghuni hotel prodeo karena melanggar Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP.

“Keempat tersangka ini kami jerat dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan surat. Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara," jelas AKBP Choiron.

 

 

Penulis : fww
Editor   : wied