Pembangunan Tanggul Rob Raksasa Sudah 50 Persen

54

 Wali Kota didampingi Sekda saat melakukan sidak pembangunan tanggul rob. Foto:Janti Artati

PEKALONGAN-Progres Pembangunan tanggul rob raksasa di Kota Pekalongan kini mencapai 50 persen. Tanggul sepanjang 2,3 kilometer ini 1,8 kilometer wilayah Kota Pekalongan dan 500 meter wilayah Kabupaten Pekalongan pembangunannya sudah sampai ujung Kali Bremi. Hal itu diungkapkan Ketua proyek Hutama Karya, Daryanto ketika menerima sidak  wali kota dan jajarannya di Kelurahan Panjang baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (3/1).

Menurut Daryanto menuturkan, progres pembangunan tanggul rob sepanjang 2,3 meter sudah tertutup tanah hingga ujung Kali Bremi. Dan kini sedang dikerjakan, penyusunan  bongkahan batu alam dengan ukuran 1 sampai 3 meter yang berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan, keeping pim, pemancangan sheet pile beton untuk penahan tanggul dan pemasangan rumah pompa. “Pompa yang disiapkan ada dua unit untuk operasional harian digunakan ketika hujan atau banjir,”katanya.

Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE menytambut positip hal itu. Bahkan ia  optimis tanggul penahan rob dapat selesai sesuai kontrak akhir tahun 2019. Meksi begitu diakuinya, jika masih banyak  yang harus dikerjakan, walaupun hasilnya kinimulai dirasakan warga karen abelakangan air rob yang biasa menerjang pemukiman sudah mulai mengering. Pembangunan tanggul rob itu, merupakan salah satu upaya pemkot menanggulangi air rob yang terus menerjang pemukiman penduduk sekitar. Dan pada akhirnya setelah pembangunan itu tuntas, air rob dan banjir yang menjadi momok warga bisa tertuntaskan.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) setempat telah menyiapkan  anggaran Rp 2,2 miliar untuk mengatasi rob pada 2019 ini. Anggaran itu  dialokasikan untuk meninggikan revetment(bangunan pantai yang dibuat untuk melindungi pergeseran garis pantai karena gelombang air laut) dan memperbaiki geotube yang rusak. Menyusuln banyaknya  geotube yang berfungsi sebagai penahan gelombang pasang, sebagian rusak dan hanyut ditelan gelombang air laut.

 

 

Penulis :
Editor   : wied