Ganjar Puji Perubahan Kampung Pancuran; Bisa Jadi Model di Jateng

41

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga serta melukis di salah satu sudut Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga   Road Show Gubernur Jawa Tengah di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Ka

SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi perubahan Kampung Pancuran, Kelurahab Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Bahkan, penataan Kampung Pancuran bisa dijadikan model penanganan kampung-kampung kumuh di Jawa Tengah.

"Dari kampung yang kumuh bisa dibuat menjadi kampung yang nyeni, yang bersih dan ternyata hal itu merubah perilaku sosial masyarakat," kata Gubernur saat meninjau dari dekat Kampung Pancuran dalam rangkaian Road Show Gubernur Jawa Tengah di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Kamis (3/1).

Turut menyambut Gubernur dan rombongan adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga, Daryadi berserta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkot Salatiga.

Dikatakan Gubernur, perubahan Kampung Pancuran yang dulu dikenal sebagai kampung kumuh, kampungnya preman kini menjadi kampung yang lebih bersih. "Saya senang melihat perubahan yang sangat kongkrit ini. Dari yang dulu terkenal kampung preman, sekarang menjadi kampung yang sangat ramah dan menarik," ungkapnya. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota di Jateng khususnya, bisa saling bertukar dan belajar tentang penanganan tersebut. "Di Salatiga ada Kampung Pancuran, di Semarang ada Kampung Pelangi. Yang terpenting adalah masyarakat kian sadar akan pentingnya hidup sehat, bersih dan bahagia," sebut Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga berkenan melukis mural, meninjau pembangunan Pancuran Zero Point dan salat di Langgar Nyai Kopek. "Terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur di Kampung Pancuran. Penataan pemukiman kumuh memang menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota Salatiga. Penataan ini telah merubah wajah Kampung Pancuran menjadi bersih dan berwarna," pungkas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga, Daryadi. Hal ini, diakui Daryadi, dapat dilaksanakan berkat dukungan semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat Pancuran sendiri.

 

 

Penulis : ern
Editor   : wied