Dirawat di RSUD Kudus Dapat Uang Saku, Ayo Siapa Mau?

35

  Bupati Kudus HM Tamzil dan Wabup Hartopo saat menyerahkan santunan bagi pasien yang rawat inap di RSUD Kudus. Foto: Ali Bustomi

KUDUS – Bupati Kudus HM Tamzil akhirnya merealisasikan janji politiknya berupa pemberian santunan sebesar Rp 50 ribu per hari bagi pasien yang dirawat di RSUD. Secara resmi, program tersebut mulai dijalankan per Kamis (3/1).

Dalam kesempatan tersebut, Tamzil menyempatkan diri untuk menyerahkan secara langsung santunan tersebut ke sejumlah pasien yang dirawat di kelas III RSUD dr Loekmonohadi.  “Hari ini dan seterusnya program santunan bagi pasien RSUD sudah jalan. Jadi, pulang dari RS, pasien malah bisa bawa uang,” kata Tamzil saat ditemui disela pemberian bantuan tersebut.

Dalam ketentuannya, pasien yang berhak mendapatkan santunan adalah pasien yang dirawat di kelas III serta masuk dalam kategori peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Selain itu, pasien yang menggunakan fasilitas kelas III gratis dengan KTP/KK, juga berhak menerima fasilitas tersebut.

Hanya saja, jumlah santunan yang diberikan maksimal hanya untuk tiga hari. Sehingga,  maksimal setiap pasien hanya bisa memperoleh santunan sebesar Rp 150 ribu.

Tamzil mengatakan jika progam ini merupakan salah satu progam unggulnnya yang bertujuan untuk meringankan beban pasien. Hanya, karna masih tergolong program baru serta APBD yang masih pas-pasan, penerimaan uang hanya sampai hari ketiga saja.

 “Sesuai kemampuan APBD baru sampai tiga hari saja, nanti kita kaji lagi supaya tahun depan bisa meningkat,” Kata Tamzi

Dengan adanya program ini Tamzil mengharapkan para pasien bisa terbantu walaupun jumlahnya tidak seberapa. “Ya setidaknya bisa dibuat beli minum atau makan yang jaga, yang penting ada manfaatnya,” tandas Tamzil.

Sementara itu Kosiah, salah satu pasien kelas III dari Undaan Lor mengaku senang mendapat bantuan dari Tamzil. Kosiah yang sudah masuk lebih dari seminggu ini tetap menerima bantuan sebesar Rp seratus lima puluh ribu saja.

“Senang-senang sedih, tidak dapat bantuan tidak apa-apa asal sehat, tapi berhubung sudah dapat karena sakit ya disukuri saja,”  tandas Kosiah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kudus, Lutful Hakim mengatakan, saat ini pemkab Kudus sudah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk program santunan orang sakit. Anggaran yang masuk dalam pos  bantuan sosial tersebut, bisa langsung cair saat pasien keluar rumah sakit. ”Jadi, begitu pasien pulang, mereka bisa langsung dapat santunan tersebut,” kata Lutful.

Dikatakan, pihaknya belum berani merinci apakah alokasi anggaran yang ada tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan program tersebut sampai satu tahun ke depan. ”Ya kita lihat dulu perkembangannya. Kalau memang kurang, bisa diajukan di APBD Perubahan,” tandasnya.

 

Penulis : ali boestomi
Editor   : wied