Empat Ruang Kelas Terbangun, Bupati Bisa Tersenyum

53

Bupati saat melihat kondisi bangunan yang siap digunakan untuk proses belajar-mengajar. Foto : Felek Wahyu

GROBOGAN- Melihat empat ruang kelas baru SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon berdiri megah, Bupati Grobogan Sri Sumarni sudah mampu tersenyum. Bukan hanya karena mampu mengubah bangunan yang sempat direhab pada tahun 2002 lalu itu hampir roboh atapnya, namun kegembiraan muncul lantaran anak-anak akan bisa belajar dengan tenang dan aman di kelas baru.

Renovasi dilakukan setelah adanya dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 400 juta. Dari dana itu, empat ruang kelas yang dulunya sangat tidak layak sudah berubah drastis kondisinya. “Dengan kondisi bangunan seperti ini maka suasana pembelajaran pasti bisa berlangsung lebih nyaman,” kata bupati.

“Setelah ruang kelas diperbaiki, nanti sarana dan prasarana penunjang lainnya kita minta untuk dilengkapi. Termasuk kita minta dari dinas pendidikan untuk membuatkan perpustakaan,” kata Sri, saat meninjau salah satu ruang kelas yang selesai direnovasi akhir tahun 2018 lalu.

Bupati mengakui, hingga saat ini, masih ada ratusan ruang kelas SD yang kondisinya rusak parah dan perlu segera ditangani. Meski demikian, perbaikan ruang kelas itu tidak bisa dilakukan dengan cepat karena butuh dana yang tidak sedikit. “Tahun 2018 lalu, anggaran untuk perbaikan ruang kelas rusak sekitar Rp 8 miliar. Untuk tahun 2019 ini, anggaran perbaikan ruang kelas rusak naik jadi Rp 24 miliar. Secara bertahap ruang kelas rusak kita perbaiki. Kita prioritaskan dulu untuk ruang kelas yang rusaknya sangat parah,” jelasnya.

Jumlah ruang kelas di SDN 05 Sembungharjo itu ada enam unit dengan posisi bangunan berbentuk letter L. Sebanyak lima ruang kelas ada disisi selatan dan satu ruangan ada di sisi timur. Dari tujuh ruangan itu, lima untuk ruang kelas dan satu dipakai kantor.

Dari enam ruang yang ada, tidak semuanya rusak. Dua ruangan yang dipakai untuk siswa kelas V dan ruang guru kondisinya masih bagus karena sudah direnovasi tahun 2012 dengan anggaran Rp 139 juta.

Pada bulan Oktober tahun 2017 lalu, Sri Sumarni juga sempat melangsungkan sidak di SDN 05 Sembungharjo. Saat itu, Sri sempat menangis saat melihat kondisi ruang kelas di lokasi tersebut.

Terlebih, saat ia melihat ada ruangan yang kondisinya sudah mengenaskan tetapi masih digunakan untuk kegiatan belajar siswa dua kelas sekaligus. Yakni, siswa kelas III dan IV. Satu ruangan itu disekat dengan papan setinggi 1,5 meter.

Pada tahun 2017, foto dan video yang memperlihatkan gedung SD rusak menjadi viral dan bahan pembicaraan para warganet atau netizen. Hal ini terjadi setelah foto dan video gedung SDN 05 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon itu diunggah ke media sosial. Bahkan, unggahan gedung SD rusak itu sempat mendapat perhatian dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Salah satu perwakilan wali murid Sundari dalam kesempatan itu sempat menyampaikan ucapan terima kasih atas direnovasinya empat ruang kelas SDN 05 Sembungharjo tersebut. Selain itu, Sundari sekaligus juga menyampaikan permohonan maaf pada Bupati Sri Sumarni dalam kesempatan itu.

“Terima kasih karena ruang kelasnya sudah direnovasi dan kami merasa senang sekali. Saya juga mohon maaf karena sayalah yang telah mengunggah kondisi ruang kelas yang rusak ke media sosial sehingga jadi viral dan mendapat tanggapan luas,” katanya.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi Sri Sumarni saat peresmian gedung baru SDN 05 Sembungharjo tersebut. Antara lain, Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat, Asisten III Padmo, Kepala DPUPR Een Endarto, Kabag Umum Supriyanto, dan Kabag Humas Teguh Harjokusumo serta Muspika Pulokulon.

 

 

 

Penulis : fww
Editor   : wied