Pengedar Dibekuk, Polisi Sita Ribuan Butir Obat Berbahaya

32

Pelaku dan barang bukti berupa ribuan butir obat berbahaya jenis Dextrometorphan diamankan petugas Sat Resnarkoba di Mapolres Brebes. Foto. Eko Saputro

BREBES - Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Brebes  berhasil membekuk pengedar obat berbahaya jenis Dextrometorphan dengan inisial WN (25), warga Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabpaten Brebes.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan ribuan butir obat berbahaya. Diantaranya adalah Trihexyphenidyl 660 tablet, 1500 butir Dobel L, 500 butir Heximer serta 3 bungkus Dextrometropan berisi 1.000 butir.

Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono SIK MSi melalui Kasat Resnarkoba Iptu Widiarto yang dihubungi, Kamis (3/1) menjelaskan, pelaku merupakan seorang pengedar.  Pelaku yang berinisial WN dibekuk di rumahnya sekitar pukul 02.00,  Selasa (1/1) dinihari.

"Obat Dextro merupakan obat-obatan keras yang dijual secara terbatas. Obat tersebut digunakan sebagai obat penenang yang biasa dikonsumsi orang stres atau orang gila," jelas Kasat Resnarkoba.

Dia menambahkan,  obat-obatan tersebut harus sesuai dengan resep dokter dan jika tidak, artinya ada penyalahgunaan obat. Obat-obat tersebut juga bisa disalahgunakan untuk mabuk-mabukan dengan dicampur minuman keras (miras).

“Penangkapan berawal dengan adanya informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang aktifitas jual beli yang dilakukan oleh pelaku. Berdasarkan informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku,” paparnya

Kasat Resnarkoba mengemukakan, setelah dilakukan penggeledahan rumah pelaku, ternyata ditemukan barang bukti. Pelaku dan barang bukti selanjutnya diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan mengamankan 2 (dua)  buah handphone, uang tunai sejumlah Rp1,2 juta dan  (satu) buah tas merk Polo Team.

“Pelaku saat ini tengah menjalani proses penyidikan. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,”  terang Kasat Resnarkoba.

 

Penulis : ero
Editor   : wied