2.400 Pedagang Pasar Induk Blora Segera Pindah ke Gabus

122

Sebagian dari ratusan PKL yang selama ini menggelar dasarannya di kompleks Pasar Induk Kota Blora, dan rel-ban, segera pindah ke Pasar Sido Makmur. Foto : Wahono

BLORA – Sejarah baru bakal tercipta di Kota Blora. Sejarah itu berupa pindahnya 2.400 lebih bakul, pedagang, pedagang asongan, PKL, dan aktivitas lain di Pasar Induk Kota Blora yang sudah ditempati sejak 1973.

Para bakul (pedagang)memang sempat menolak dipindah di pasar baru, Pasar Rakyat Sido Makmur, sekitar 2,9 kilometer selatan Kota Blora, terpatnya di kawasan Gabus, Kecamatan Kota Blora.

“Tidak ada masalah, Pemkab dan pedagang sudah sepakat pindah ke pasar rakyat Gabus,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM setempat, H. Maskur, Kamis (3/1).

Menurutnya, para pedagang sempat keukeuh menolak, namun setelah ada forum pertemuan perwakilan dengan Bupati H. Djoko Nugroho (Pemkab) didampingi prejabat terkait, Rabu (2/1), mereka melunak dan siap pindah usaha.

Pertemuan  tertutup Pemkab dengan pedagang berjalan sekitar satu jam. Wartawan tidak diperkenankan masuk.

Bersepakat

Namun usai pertemuan di ruang Bupati Blora, wartawan yang menunggu dibawa mendapat kejalasan hasil dialog dari Kepala Dindakop & UKM, Maskur, bahwa  perwakilan pedagang sepakat pindah ke pasar baru. “Intinya, pedagang sepakat untuk pindah ke pasar baru di Gabus,” jelasnya.

Tidak hanya pedagang di Pasar Induk Kota Blora,  pedagang di rel-ban. Pasar Kaliwangan, dan pedagang kaki lima (PKL) di kompleks pasar selatan alun-alun itu harus pindah.

Pemindahan akan dimulai pada 5 Januari sampai 31 Januari 2019. Pedagang yang sudah terdata bisa ambil kuncinya dan menempati los-los di pasar baru. Maskur menambahkan, kesepakatan lainnya adalah pengelolaan parkir dan toilet oleh paguyuban pasar serta penggratisan retribusi selama enam bulan ke depan.

"Untuk parkir dan toilet, ada Perda-nya, jadi nanti harus bersepakat dulu dengan aturan Pemkab,” tambahnya.

Di pasar baru, Pasar Rakyat Sido Makmur, sebanyak 2.400-an pedagang atau bakul akan masuk. Hanya saja sekitar 500 pedagang semenatara menempati lahan yang masih kosong di komplek pasar tersebut. “Ada 500 pedagang yang tidak terdata, mereka akan menampati tanah kosong yang belum dibangun,” jelasnya lagi.

Sedangkan 1.924 pedagang yang terdata, akan menempati kios di blok A, B, C (384 unit), deretan kios dalam, meja dasaran, los sayur-mayur, dan lapak-lapak yang sudah disiapkan.

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied