Ciri Pelaku Perusakan 21 Nisan Makam di Magelang Mulai Terdeteksi

433

Pemkot Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup memperbaiki nisan makam di TPU Giri Laya yang dirusak oleh orang tidak dikenal. Insert: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG - Kasus  perusakaan terhadap 21 nisan makam yang terjadi di tiga tempat pemakaman umum ( TPU) yakni TPU Giri Laya , TPU Kampung Malangan dan TPU Kampung Kiringan memasuki babak baru. Polisi sudah mengenali ciri-ciri orang yang diduga melakukan serangkaian perusakaan nisan makam Kristen dan Muslim tersebut.

“Kami saat ini sedang melakukan pencocokan ciri-ciri orang yang diduga melakukan serangkaian aksi perusakan 21 nisan makam tersebut,“ kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto  Yoga Darmawan, usai acara penyerahan hasil bulan dana PMI di Pendopo Pengabdian, kompleks rumah dinas Walikota Magelang, Jumat ( 4/1).

Kristanto mengatakan, ciri-ciri fisik terduga pelaku perusakan nisan tersebut berdasarkan dari keterangan saksi yang ada di TPU Kampung Malangan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan yang merupakan lokasi terakhir aksi perusakan tersebut dilakukan.

Menurutnya, pihaknya saat ini sedang mencocokkan ciri-ciri terduga pelaku yang disebutkan saksi tersebut dengan ciri-ciri yang didapatkan dari hasil rekaman kamera pengintai yang ada di sekitar TPU Giri Laya.

Luar Kota

 Ia menambahkan, dari tiga lokasi kejadian aksi perusakan tersebut, petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan, menemukan adanya kesamaan dampak dan bentuk yang ditimbulkan dari aksi perusakan tersebut.

“Baik di TPU Giri Laya  maupun di TPU Kiringan dan TPU Malangan ada kesamaan dampak yang ditimbulkan dan model patahan nisan maupun makam yang dirusak, sehingga kami menduga aksi tersebut dilakukan oleh satu orang yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan pelaku perusakan 21 nisan makam tersebut dilakukan oleh orang yang berasal dari luar Kota Magelang. Agar pelaku tersebut dapat segera tertangkap, pihaknya juga menggandeng Pemkot Magelang untuk melakukan operasi yustisi yakni mendata kembali para pendatang yang ada di Kota Magelang.

“Saya perintahkan kepada Bhabinkamtibmas dibantu  para lurah dan unsur Kodim 0705/Magelang yakni para Babinsa untuk mendata kembali orang -orang pendatang,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar para Ketua Rukun Warga ( RW) dan Ketua Rukun Tetangga( RT) di 17 kelurahan yang ada di Kota Magelang untuk kembali mengaktifkan wajib lapor bagi para pendatang atau penghuni baru yang ada di masing-masing lingkungannya.

Kristanto mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan aparat Polres Magelang Kota tersebut, perusakan 12 nisan makam di TPU Giri Laya diperkirakan dilakukan pada  25 Desember 2018 lalu. Sedangkan  perusakan  terhadap tujuh  nisan makam yang terjadi di TPU Kiringan dilakukan pada 30 Desember 2018 dan terakhir yang terjadi di TPU Malangan yang mengakibatkan dua nisan makam dirusak, dilakukan pada 1 Januari  lalu,

“Semua aksi perusakan tersebut dilakukan pada malam hari dan baru diketahui pada 2 Januari,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, dari 21 nisan makam yang dirusak tersebut, terdiri atas 18 nisan makam Kristiani dan sisanya tiga nisan makam Muslim.

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengaku prihatin atas kejadian perusakan 21 nisan makam yang ada di tiga pemakaman umum di Kota Magelang itu. “ Saya prihatin atas kejadian ini. Namun, saya berharap masyarakat Kota Magelang tetap tenang menjaga iklim kondusif yang selama ini telah terjaga. Dan Jangan terpancing isyu-isyu yang mengganggu kedamaian Kota Magelang selama ini,” harapnya. 

 

 

Penulis : widias
Editor   : wied