Tiga Tumpeng Dipotong, Pembangunan Bandara Soedirman Dimulai

761

Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin disaksikan Pangkoopsau 1 Mayjen Marsda TNI Fadjar Prasetyo dan Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) memotong tumpeng menandai dimulainya pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman, Jumat (4/1). B

PURBALINGGA-Pembangunan bandara Jenderal Besar Soedirman yang ada di Desa Wirasaba Kecamatan Bukateja, Purbalingga dimulai.   Ditandai dengan pemotongan tiga tumpeng masing-masing oleh Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin, Pangkoopsau 1  Marsda TNI Fadjar Prasetyo dan Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi), Jumat (4/1). Potongan tumpeng diserahkan kepada warga.

Dalam kesempatan tersebut Awaludin menyampaikan pengerjaan bandara memakan waktu18-20 bulan. . Menurutnya keberadaan  bandara tersebut akan berdampak positif bagi Kabupaten  Purbalingga dan kabupaten lain di diwilayah eks-Karesidenan Banyumas. “Percepatan pembangunan ini agar dampak positif dari pembangunan bandara bisa cepat dirasakan,” katanya.

Dia menambahkan, Angkasa Pura II sebagai operator bandara di wilayah Indonesia bagian barat telah mengelola 16 bandara di seluruh Indonesia. Bandara Soedirman akan menjadi bandara  ke-17 yang dikelola. Dengan nilai pembangunan tahap I hingga Rp 350 miliar dengan panjang runaway 1600 m, Angkasa Pura II mentargetkan pembangunan bandara rampung pada 2020 mendatang.

“Tahap pertama dianggarkan Rp 350 miliar dan bisa bertambah jadi Rp 500 miliar tergantung dengan dinamika yang ada nantinya,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI AU yang telah memberikan izin pengelolaan landasan udara yang akan dikembangkan menjadi bandara komersial. Dia menyebutkan inisiasi pengembengan pangkalan udara TNI AU menjadi bandara komersial telah dimulai tahun 2006 silam namun dengan segala dinamika yang ada, pengembangan tersebut baru terealisasi pada masa sekarang.

“Kami sampaikan terima kasih kepada TNI AU yang telah memberikan izin agar landasan udara tersebut dikembangkan menjadi bandara komersial,” ujarnya.

Sementara itu Tiwi menyampaikan keberadaan bandara akan memberikan multiplier effect kepada masyarak. Menurutnya banyak investor yang menwarkan investasi di Purbalingga dan di sekitar Bandara seperti dari industri perhotelan dan sektor lain.

“Baru mau dimulai saja sudah ada banyak investor yang menawarkan investasi di Purbalingga terkait dengan pembangunan bandara ini. Maka dari itu kita juga harus mempersiapkan semuanya dengan baik,” imbuhnya.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : jks