Uji Coba SPAM Terkendala Air Baku Keruh

455

Satu dari dua unit boster (pendorong) air proyek SPAM di timur Kota Kecamatan Jiken, Blora, kini mulai fungsikan difungsikan. Foto : Wahono

BLORA – Uji coba proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) pipa jaringan distribusi utama (JDU) yang memanjang dari DAS Bengawan Solo ke Kota Blora, berjalan aman, dan lancar dengan debit air sekitar 35 liter per detik.

Lantaran kondisi air sungai Bengawan Solo yang kotor, keruh, dan banyak limbah mengalir dari hulu (atas), untuk sementara pengaliran ke menara air di Kota Blora dihentikan.

“Pengaliran air dihentikan, air Bengawan Solo sedang keruh dan kotor,” jelas Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora, Yan Riya Pramono, Jumat (4/1).

Yan Riya sendiri, belum bisa memastikan kapan pengaliran air dari Bengawan Solo ke menara air kembali beroperasi, karena semua tergantung air baku layak diolah atau tidak. “Nanti kalau air sudah layak diolah, bisa dialirkan lagi,” jelasnya.

Dirut PDAM Tirta Amerta menambahkan, saat ini mamang sedang fokus pada uji coba JDU, yakni pipa yang connect ke menara air diujicoba akhir Desember 2018.

Bocor

Sedangkan pipa induk yang mengalirkan air untuk tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Sambong, Jiken, dan Jepon, ujicoba baru dimulai pada Jumat (4/1). Pantauan di Jiken, ujicoba pipa induk untuk tiga kecamatan tersebut ada kendala berupa kebocoran di tujuh titik, sudah didata pihak pelaksana proyek SPAM, dan segera dibenahi. “Tampak ada kebocoran di tujuh titik, saat ini sedang diuji coba dan segera akan dibenahi,” tandas Yan Riya.

Diberitakan sebelumnya, proyek SPAM bantuan pusat berbiaya Rp 135 miliar, sudah digarap sejak 2014 oleh PT. Hutama Karya (HK), dan diujicoba Desember 2018.

Untuk sapai di menara air Blora, JDU dan pipa induk sepanjang 42 kilometer itu dilengkapi intake (Cepu), dan dua boster pendorong air di Sambong dan Jiken.

Proyek multi years mulai digarap sejak 2014, melintasi lima kecamatan (Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, Blora ). Diproyeksikan bisa melayani kebutuhan air untuk 8.000 kepala keluarga (KK) berkapasitas 200 liter/detik.

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied