Pasutri Jadi Tersangka, Sindikat Pengedar Kosmetik Oplosan Dibongkar

119

Kapolres Purbalingga AKBP Cholilur Rohman memeriksa barang bukti dari pengungkapan kasus kosmetik oplosan. Pasutri yang merupakan anggota sindikat tersebut dijadikan tersangka. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA-Satuan Reserse Kriminal (Satreksim) Polres Purbalingga berhasil membongkar sindikat pengedar kosmetik oplosan. Dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) berhasil dibekuk dandijadikan tersangka.

“Pelakunya masing-masing berinisial DRA (23), warga RT 3 RW 1 Desa Kembaran Kulon Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga dan  P (29), beralamat sama dnegan DRA. Keduanya pernah tinggal di  Perumahan Griya Perwira Asri  2 Blok A2  Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Purbalingga,” kata Kapolres AKBP Kholilul Rohman didampingi Kasat Reskrim AKP Poniman, Jumat (4/1).

Diungkapkan kedua pelaku mencampurkan bahan berupa lotion kiloan dengan produk hand and body lotion merk Placenta ke botol yang sudah disediakan.  Kosmetik oplosan tersebut siap diedarkan dan dijual belikan. Selain itu kedua tersangka juga melayani tindakan infus whitening dengan menggunakan perangkat infus.  “Alat yang digunakan masing-masing berupa spet (suntikan), infus set (selang infus), Abocat, kapas alcohol dan plester,” jelasnya.

Disampaikan produk kosmetik oplosan itu dijualbelikan tanpa izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Kedua pelaku memasarkan produk illegal itu melalui media sosial. Pelanggan dan konsumen yang menggunakan kosmetik abal-abal tersebut juga mencapai puluhan orang. “Mengetahui ada info tersebut polisi langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan,” lanjutnya.

Pihaknya lalu mengamankan dua pelaku. Polisi juga mengusut kemungkinan adanya pelaku dan anggota sindikat lain dibalik peredaran kosmetik abal-abal tersebut.  Kedua pelaku saat ini ditahan di Mapolres Purbalingga. Mereka dijerat dengan ancaman hukuman  sesuai Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.  “Ancaman hukumannya pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar,” imbuhnya.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied