Misteri Pembunuhan Husni-Zakiyah, Dua Mobil di Atas Jembatan


Jenazah Husni Zarkasih dan istrinya diambil keluarga di RSMS Purwokerto, Selasa (12/9) dini hari. Keduanya dimakamkan di Pekalongan. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA - Kasus pembunuhan suami istri Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42) masih diselimuti misteri. Pasalnya keduanya merupakan warga Jakarta, namun mayatnya ditemukan di sebuah sungai di Purbalingga. “Ini yang menjadi pertanyaan polisi. Mengapa pelaku harus jauh-jauh membuang mayatnya,” kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Tardjono Sapto Nugroho, Selasa (11/9).

Polisi juga masih melakukan pengusutan mengenai adanya informasi yang menyebutkan ada dua mobil yang nampak mondar- mandir diatas jembatan di lokasi penemuan mayat pada Minggu (10/9) malam hingga pagi harinya. Sejumlah warga setempat mengatakan mobil yang dimaksud adalah mobil jenis minibus dan pikap.

“Ini juga menjadi perhatian polisi,’ ungkapnya.

Salah seorang warga Kecamatan Bobotsari, Lia Zuma (32) mengatakan beredar informasi juga di masyarakat bahwa pelaku pembunuhan adalah warga Purbalingga yang pernah bekerja dengan korban. Namun informasi tersebut tidak jelas sumbernya.

“Informasi itu beredar di media sosial. Belum tentu kebenarannya,’ katanya.

Kapolsek Bobotsari Iptu Ridju Isdiyanto mengatakan lokasi penemuan mayat memang termasuk jauh dari pusat kota.  Lokasi tersebut sepi terutama saat malam hari. Polisi juga sudah meminta keterangan kepada warga setempat yang diperkirakan mengetahui situasi di lokasi pada waktu itu.

“Terkait berita yang beredar di media sosial atau pesan berantai tentang dugaan pelaku yang merupakan mantan anak buah korban, masyarakat diminta jangan terlebih dulu memercayainya. Sebab polisi masih melakukan penyelidikan dan kemungkinan-kemungkinan lain masih bisa terjadi,” terangnya.

 

KETERANGAN FOTO:

DIAMBIL KELUARGA : Jenazah Husni Zarkasih dan istrinya diambil keluarga di RSMS Purwokerto, Selasa (12/9) dini hari. Keduanya dimakamkan di Pekalongan. (Foto :Joko Santoso)

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : awl