Gauli Anak di Bawah Umur, 3 Tersangka Ditahan

95

Para tersangka pencabulan di Jepara, tengah mendapatkan interogasi dari Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo, Senin (7/1) . Mereka ditahan setelah mencabuli anak-anak dibawah umur. Foto : Budi Santoso.

JEPARA- Jajaran Polres Jepara menahan tiga orang tersangka tindak pencabulan. Mereka ditahan setelah melakukan tindak asusila terhadap anak-anak dibawah umur. Dalam kasus ini ada dua orang anak perempuan dibawah umur yang menjadi korban. Kasusnya terjadi di dua TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan mulai ditangani oleh Polres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., MH., didampingi oleh Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo, menyampaikan informasi ini, Senin (7/1) di halaman Gedung Reskrim Polres Jepara. Arif Budiman menjelaskan, pada kasus yang terjadi di Mayong, dua orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dua orang tersangka yang melakukan aksi pecabulan terhadap UAK (15) warga Desa Jebol, Mayong masing-masing adalah LS (23) dan MA (16) yang sama-sama warga Desa Datar, Mayong, Jepara.

Korban UAK dan para tersangka, sebelumnya sama-sama tidak saling mengenal. Kronologi berawal saat UAK pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Kemudian korban berkenalan dengan tersangka pada sekitar akhir Nopember lalu. Selama seminggu, akhirnya korban berpindah-pindah tempat tinggal bersama dua orang tersangka tersebut. Sampai akhirnya korban disetubuhi di rumah orang tua LS secara bergantian oleh dua orang tersangka tersebut.

“Dua pekan lalu, dua tersangka akhirnya berhasil kami tangkap setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban. Selanjutnya kami proses laporan ini, hingga akhirnya dua orang tersangka kami tahan sekarang ini,” ujar AKBP Arif Budiman.

LS sendiri menyatakan, setelah bertemu dan berkenalan dengan korban, akhirnya mencoba mulai merayunya. Sempat diberi minuman keras jenis oplosan, akhirnya korban berhasil diperdaya. Beberapa barang bukti berhasil ditemukan pihak Polres Jepara. Diantaranya beberapa pakaian dalam milik korban dan pakaian yang dikenakan korban pada saat kejadian.

 Sedangkan pada kasus yang lain, NAY (26) warga Desa Jerukwangi, Bangsri Jepara, juga dilaporkan telah melakukan tindak asusila. Korbannya berinisial RN (16) juga warga Desa Jeruk Wangi, Bangsri Jepara. Tersangka yang bekerja di proyek PLTU Tanjung Jati B Jepara. Semua kejadian dilakukan tersangka di rumah orang tuanya di Jeruk Wangi.

NAY sendiri menyatakan korban sebenarnya korban adalah pacarnya sendiri. Sudah berkali-kali dirinya mengaku melakukan hubungan intim dengan pacarnya itu, sejak Juni 2018 hingga akhir Desember 2018, sebelum akhirnya ditangkap Polisi. Namun kejadian ini akhirnya berujung pada penahanan dirinya setelah ada laporan mengenai tindak pencabulan yang dilakukannya. “Saya sudah sering melakukannya bersama dia. Seminggu satu kali biasanya kami melakukannya,” ujar NAY dengan

 

Penulis :
Editor   : wied