DPR Kutuk Pelemparan Bom Molotov ke Pimpinan KPK

43

Jakarta --  Ketua DPR bambang Soesatyo mengutuk keras pelemparan bom molotov ke rumah kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rajardjo dan wakilnya Laode Muhamad Syarif oleh orang tidak dikenal pada Rabu siang. 

''Saya nengutuk keras aksi yang tidak bertanggung jawab kepada Pimpinan KPK. Saya telah meminta Polri usut tuntas dan temukan pelaku serta dalangnya,'' kata Bambang Soesatyo di komplek parlemen,  Jakarta,  Rabu (9/1/2019).

Menurut wakil rakyat dari Jawa Tengah yang akrab dipanggil Bamsoet ini,  aksi itu tidak bisa dibiarkan

''Kita tidak bisa membiarkan orang seenaknya melakukan aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab dan membuat suasana ketakutan masyarakat,' 'jelas Bamsoet. 

Kepolisian,  katanya,  harus mengusut tuntas agar tidak menimbulkan keresahan bagi pemilik rumah maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut serta segera memberikan informasi terupdate dari kasus tersebut;

Kepada aparat kepolisian Bamsoet juga mendesak untuk meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan terhadap pejabat Negara. ''Mengingat situasi saat ini sudah memasuki masa kampanye dan Pemilu 2019,'tegas Bamsoet. 

Hal senada juga diungkapkan Erma Ranik Wakil Ketua Komisi 3 (Fraksi Partai Demokrat). Menurutnya pelemparan bom molotov itu teror yang masif, terstruktur dan terencana yang dilakukan orang orang tidak bertanggungjawab untuk membuat KPK kecut  dan takut dalam melakukan tugasnya pemberantasan korupsi.  

''Saya meminta agar Kapolri segera turun tangan untuk membentuk Satgas Khusus terkait kasus ini. Satgas ini harus bertugas dan bertanggung jawab sekalian dengan investigasi kasus Novel Bawesdan,'' kata Erma. 

Satgas khusus diminta agar dipimpin langsung oleh Wakapolri ini harus bisa mengungkap siapa pelaku dan aktor utama dibalik peristiwa ini. ''Saya percaya Polri punya semua sumber daya untuk mengungkapnya. Tinggal kemauan saja,'' tegas Erma. 

Menurutnya komisi 3 akan memantau serius kasus ini karena teror terhadap aparat penegak hukum yang menjalankan tugasnya tidak bisa dibiarkan. 

Penulis : Arya
Editor   : awl