MUNGKID- Pelaksanaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2017 cukup merepotkan sejumlah sekolah di Kabupaten Magelang. Terutama menyangkut pengelolaan anggaran dan mencari tenaga tukang sebagai penggarap.
"Sebagian sekolah mengalami kesulitan mencari tukang, karena dalam waktu bersamaan juga menangani pekerjaan serupa di tempat lain," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Haryono MPd, kemarin.
Hal itu dibenarkan Siti Malikah, Kepala SDN Kalijoso, dan Sa'adah, Kepala SDN Madusari, Kecamatan Secang, dihubungi secara terpisah. Rehab kelas itu membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) kurang
efektif. "Karena kelas sedang direhab, maka perlu pembagian ruang. Kalau kelas satu masuk pagi dan kelas dua masuk pada jam berikutnya. Para guru menyesuaikan," ujar Sa'adah, di sela mengerjakan tugas lain sebagai kepala sekolah.
Tahun ini, SDN Madusari memperoleh kucuran DAK hampir Rp 195 juta. Bantuan tersebut dimanfaatkan merehab tiga ruang kelas yang rusak berat. Dia berharap, pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu pada pertengahan bulan depan.
Sedangkan SDN Kalijoso menerima bantuan DAK Rp 185 juta. Dana itu dimanfaatkan untuk membuat dan merehab ruang kelas 1 dan 2. Untuk membuat ruang kelas baru (RKB) Rp 120 juta dan rehab berat Rp 65 juta. "Untuk mengejar waktu penyelesaian, sebagian pekerjaan terpaksa ditangani dengan sistem borongan. Antara lain, pemasangan keramik lantai dan dinding," kata Siti Malikah, sambil menunjuk RKB yang ada di bagian selatan.
Menurut Muslih SPd, Kabid Pembinaan SD, total DAK yang dikucurkan tahun ini sekitar Rp 38 miliar. Terdiri dari DAK 2017 Rp 10,2 miliar. Silpa DAK 2010 Rp 7 miliar, Silpa DAK 2011 Rp 11,6 miliar, Silpa DAK 2012 Rp 6 miliar, Silpa DAK 2013 Rp 1,1 miliar, dan Silpa DAK 2014 Rp 2,2 miliar.
Seluruh DAK lebih dari Rp 38 miliar tersebut disalurkan ke 149 SD yang tersebar di 21 kecamatan. Diarahkan untuk membuat RKB di 126 SD, rehab berat ruang kelas di 112 SD dan rehab sedang ruang kelas di satu SD. "Dana dicairkan mulai pertengahan hingga akhir Juli lalu dan pekerjaan
di masing-masing sekolah dijadwalkan sudah selesai dalam tempo 90 hari, atau pertengahan sampai akhir Oktober mendatang," katanya.
Kasi Kelembagaan dan Sarpras SD, Sujadi, mengatakan, pengadaan barang diserahkan ke masing-masing kepala sekolah penerima bantuan. Dalam pelaksanaan kegiatan DAK, Dinas Dikbud melibatkan sembilan konsultan pengawas.