Bantu Ungkap Perusakan Nisan, 6 Warga Terima Penghargaan

54

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan menyerahkan penghargaan bagi enam warga Kota Magelang yang dinilai membantu mengungkap dan menangkap pelaku perusakan 23 nisan makam di 4 TPU. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG-  Enam warga di dua Kelurahan yang ada di Kota Magelang menerima penghargaan dari Kapolres  Magelang Kota, karena  telah membantu dalam pengungkapan dan penangkapan pelaku perusakan 23 nisan makam di empat pemakaman umum di Kota Magelang.

Mereka yakni Sumarno (49), Saiyanto (50),  Andi hermawan (23) dan Dani Kurniawan (26), mereka warga Kampung Kiringan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan yang dinilai membantu polisi mengungkap ciri –ciri  fisik pelaku perusakan nisan makam tersebut.

“Sedangkan  Wahyu Januar (29) dan Suryadi (33) warga kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Magelang  Tengah dinilai membantu mengamankan dan melaporkan pelaku perusakan nisan makam kepada petugas kepolisian,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Selasa ( 9/1).

Kristanto mengatakan, penghargaan  tersebut diberukan  sebagai wujud apresiasi kepolisian kepada warga karena telah ikut berperan aktif membantu mengungkap kasus yang sempat meresahkan masyarakat  Kota Magelang di awal tahun ini.

Menurutnya, penghargaan  tersebut  juga untuk memotivasi masyarakat pada umumnya supaya ikut berpartipasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitarnya.
“Masyarakat juga wajib berpartisipasi menjaga kamtibmas, bukan tugas polisi saja tapi setidaknya masyarakat juga jadi polisi diri sendiri,” katanya.Selain itu, Kapolres Magelang Kota juga menyerahkan penghargaannya kepada salah satu anggotanya, yakni Aiptu Slamet Partoyo selaku Babinkamtibmas  Kelurahan Tidar Selatan, Polsek Magelang Selatan.

Ia menilai, Aiptu Slamet Partoyo berprestasi yakni berani merayu pelaku perusakan nisan makam, yakni Firman Kurniawan ( 25) yang diketahui menderita gangguan kejiwaan, untuk mengakui perbuatan yang sempat meresahkana masyarakat Kota Magelang tersebut.

 
“Penghargaan  kepada salah satu anggota kami  tersebut  sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang baik sekaligus kredit point tersendiri yang akan berpengaruh pada jenjang karir ke depan,” katanya.

 Ia menambahkan, saat ini pelaku perusakan 23 nisan makam yang ada di TPU Giri Laya, TPU Kiringan , TPU Malangan dan TPU Candi Nambangan tersebut masih dalam observasi tim medis dari Rumah Sakit Jiwa dr Soeroyo  Magelang.

“ Pelaku yang  sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini masih diobservasi oleh tim di RSJ dr Soeroyo . Meskipun dalam observasi, yang bersangkutan selama masih di rumah sakit tetap mendapat pengawalan anggota kami. Hasilnya bisa diketahui sekitar seminggu ke depan,” ujarnya.

Penulis : widias
Editor   : omr