UNS Tambah Dua Guru Besar.

55

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS (kiri) sedang memasangkan samir Guru besar kepada Prof Venty Suryanti SSi, MPhil, PhD dibantu Ketua Senat Prof Suntoro (dua dari kanan) dan disaksikan Prof Dr Ir Sri Hartati MP (paling kanan) dalam acara pengukuhan guru besar pada Sidang Senat terbuka, Kamis (10/1) (Bagus Adji W

SOLO_Guru besar dilingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertambah jumlahnya menjadi 198 orang. Menyusul dikukuhkannya Prof  Venty Suryanti S.Si, M Phil, PhD sebagai guru besar  bidang Ilmu Organik Sintesis dan Bioorganik Fak. MIPA dan Prof Dr Ir Sri Hartati MP  sebagai guru besar  bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Fak Pertanian Pengkuhan Gurubesar ke 197 dan 198 di UNS berlangsung dalam sidang senat terbuka dipimpin Rektor Prof Dr Ravik Karsidi MS di Auditorium setempat, kamis (10/1).

Prof Venty Suryanti SSi, MPhil, PhD dalam pidato pengukuhannya menyatakan Indonesia mempunyai beraneka ragam kekayaan hayati yang sangat potensial digunakan sebagai substrat dalam sintesis biosurfaktan. Nilai ekonomi minyak nabati utamanya minyak mentah kelapa sawit  dapat meningkat dengan memanfaatkannya menjadi substrat dalam sintesis biosurfaktan.

Sintesis biosurfaktan dengan substrat minyak mentah kelapa sawit akan menjadi alternative menjanjikan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang mengharuskan 60 persen crude palm oil (CPO) guna diolah menjadi produk turunannya didalam negeri. Sementara 40 persen masih boleh diekspor dalam bentuk mentah. Penggunaan limbah cair agroindustri sebagai substrat dalam sintesis biosurfaktan dapat mengurangi polusi akibat limbah cair. Selain itu juga mengurangi biaya produksi biosurfaktan.

Masih dalam kesempatan sama Prof Dr Ir Sri Hartati MP dalam pidato pengukuhannya mengemukakan, Indonesia merupakan negara paling kaya  di dunia akan spesies anggrek. Tercatat sekitar 5.000-6.000 spesies dari 25.000- 30.000 spesies anggrek dunia ada di Indonesia. Anggrek merupakan komoditas ekspor yang memiliki banyak potensi. Selain sebagai tanaman hias juga dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional ataupun   bahan makanan dan parfum.

Plasma nutfah anggrek di Indonesia mengalami ancaman kepunahan akibat dari berbagai hal, seperti penggundulan hutan, bencana alam, kebakaran hutan, perburuan liar para kolektor tanpa diimbangi upaya pembudidayaan. Ilmu pemuliaan tanaman mempunyai peran penting bagi upaya penyelamatan jenis anggrek hutan yang langka serta  pengembangan jenis angrek baru di Indonesia.  

Sementara itu Rektor UNS Prof Ravik Karsidi MS dalam sambutannya antara lain mengemukakan, jika sinergi antar disiplin ilmu dapat terus dibangun maka niscaya kita menemukan berbagai hal baru yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Misalnya sinergi antara ilmu Kimia Organik Sintetis dengan ilmu Pemuliaan Tanaman terus diperkuat maka akan semakin dahsyat dalam penemuan baru yang hasilnya bermuara bagi  kesejahteraan umat manusia.

Semoga pengukuhan Guru Besar kali ini menjadi kado istimewa di awal tahun 2019 bagi UNS , Fak. MIPA dan Pertanian, serta  bagi bangsa dan negara Indonesia, tandasnya seraya menambahkan kita semakin optimis bahwa kapasitas kelembagaan  UNS sebagai Perguruan Tinggi sudah siap memasuki perubahan kelembagaan menuju PTNBH.

 

 

Penulis : baaw
Editor   : wied