Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tengah menyambut Jemaah haji asal Kota Semarang yang tergabung dalam Kloter 18 Debarkasi Adi Soemarmo Solo dalam acara di Asrama Haji Donohudan Kab Boyolali, Selasa (12/9) (Bagus Adji W)
Kasubag Humas PPIH Jateng M Afief Mundzir ketika ditemui di Asrama Haji Donohudan Kab Boyolali mengatakan, Moch Roni Kerto Wasito diketahui wafat sekitar tiga jam sebelum pesawat yang ditumpangi jemaah haji Kloter 17 mendarat di Debarkasi Adi Soemarmo Solo. Tepatnya pada jam 00.15 WIB pada saat pesawat baru saja lepas landas setelah melakukan transit di sebuah bandara di India.
Setibanya di debarkasi Adi Soemarmo Solo, jenazah almarhum langsung dibawa kerumah duka di jalan Gunung Sindoro Purwodadi. Selama ini almarhum diketahui masuk kelompok risiko tinggi terkait kondisi kesehatannya
Untuk musim haji tahun 2017 tercatat telah ada dua jemaah haji asal Jateng yang meninggal dalam pesawat ditengah perjalanan dari tanah suci. Selain Moch Roni Kerto Wasito, sebelumnya juga wafat Siamah Djojodikromo Marto (66) asal Kab. Magelang yang tergabung dalam Kloter 12. Hingga kedatangan Kloter ke 17 Debarkasi Adi Soemarmo Solo tercatat jemaah haji asal Jateng dan DIY yang wafat mencapai 65 jemaah terangnya sembari menambahkan pada hari sama juga akan tiba di 359 jemaah haji asal Kota Semarang .
Pada bagian lain M Afief Mundzir menambahkan hingga Kloter 18 kedatangan pesawat pembawa jemaah haji masih mengalami keterlambatan tiba di tanah air. Hanya saja waktu keterlambatan semakin menyempit menjadi sekitar satu jam dari sebelumnya yang mencapai tiga jam. Pihaknya menduga keterlambatan yang terjadi karena berubahnya waktu pemberangkatan pesawat dari bandara di Jeddah Arab Saudi, tambahnya sembari mengatakan sebanyak 6415 haji asal Jateng dan DIY telah tiba di Debarkasi Solo.
Sementara itu ketika menyambut kedatangan Kloter 18 asal Kota Semarang , Gubernur Ganjar Pranowo mendoakan agar Jemaah haji menjadi haji yang mabrur, Juga mendoakan agar para jemaah haji segera sehat kembali dan memperoleh rezjeki . Dalam kesempatan itu Ganjar juga sempat menanyakan kepada Budiarjo asal Mijen Semarang mengenai kesannya ketika melihat pertama kali kota suci Mekah.
Budiarjo yang bekerja sebagai guru SD ini mengaku menabung selama enam tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Diakui ketika pertama kali melihat kota Mekkah dirinya sempat menangis meneteskan air mata, karena sebagai orang kecil bisa sampai ke Tanah Suci.
Masih dalam kesempatan sama Ketua PPIH Embarkasi Debarkasi Solo Farhani melaporkan Jemaah calon haji (Calhaj) Jateng dan DIY yang rencananya diberangkatkan ke tanah suci berjumlah 34.112 orang. Dalam pelaksanaannya hanya 33.892 clhaj yang bisa diberangkatkan menunaikan ibadah haji.
Sisanya sebanyak 220 jamaah tak bias diberangkatkan dengan alasan berbagai faktor. Di antaranya disebabkan pihak bersangkutan sudah mutasi ke provinsi lain. Sebagian lainnya ada yang mengundurkan diri.
Penulis : baaw
Editor :