Petani Susah Dapat Air, Aliran Sungai Progo Manggis Dikeruk

89

Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bogowonto Progo Luk Ulo bekerjasama dengan TNI yakni dari Batalyon Armed 11/ Guntur Geni dan Kodim 0705/Magelang dibantu instansi terkait dan masyarakat Kampung Karang Lor dan Kliwonan, Kelurahan Rejowinangun Selatan,Kota Magelang, melakukan pembersihan terhadap sedimen lumpur saluran Sungai Progo Manggis. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG- Balai Pengelolaan Sumber Daya Air  (PSDA) Bogowonto Progo Luk Ulo  bekerja sama dengan TNI Batalyon Armed 11/ Guntur Geni dan Kodim 0705/Magelang melakukan pembersihan terhadap saluran Sungai  Progo Manggis yang melintas di  Kampung Karang Lor dan Kliwonan, Kelurahan Rejowinangun Selatan,Kota Magelang.

“Selain itu, kami juga mengajak dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perindustrian dan Pergadangan Kota Magelang.  Diperindag kami ajak , karena aliran Sungai Progo Manggis ini berada di tepi Pasar Rejowinangun yang merupakan tanggung jawab dari Disperindag,” kata Kepala  Balai PSDA Bogowonto, Progo, Luk Ulo, Dyah Purbandari Mulat Utami, Kamis ( 10/1).

Dyah Purbandari mengatakan,  pembersihan saluran Progo Manggis yang ada di Kampung Karang Lor dan Kliwonan tersebut diutamakan membersihkan  waled (endapan lumpur)  yang ada di gorong-gorong  sungai yang  ada  di bawah Jalan Mataram tersebut.

 Menurutnya, pengerukan gorong-gorong  Sungai Progo Manggis tersebut sangat diperlukan, karena  endapan lumpur  yang berisi berbagai macam material dan sampah non organik tersebut dikhawatirkan dapat menyumbat dan menjadikan banjir di musim hujan ini.

Selain itu, pengerukan endapan lumpur tersebut disebabkan adanya laporan dari para petani yang mempunyai lahan sawah ( terutama di wilayah Kabupaten Magelang, red) dan selama ini mengaku kesulitan mendapatkan air  untuk pengairan sawahnya. “Para petani di wilayah Kabupaten Magelang melaporkan kepada kami, bahwa sering tidak mendapatkan aliran air dari  Sungai Progo Manggis yang disebabkan banyaknya endapan lumpur dan sampah,” katanya.

Ia menambahkan, pada pembersihan  dasar Sungai Progo Manggis tersebut, pihaknya juga dibantu dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang dan masyarakat  yang ada di bantaran sungai itu, utamanya masyarakat Kampung Kliwonan dan Karang Lor, Kelurahan Rejowinangun Selatan.

Saat dilakukan pembersihan dasar sungai tersebut terutama di gorong-gorong yang ada di bawah sebuah rumah toko dan di atas Jalan Mataram tersebut, sampah –sampah yang diambil kebanyakan berupa  lumpur dan sampah non organik. Seperti,  ban bekas, plastik,  pakaian bekas dan lainnya.

Ia berharap, setelah pengerukan tersebut selesai  aliran Sungai Progo Manggis tersebut kembali lancar seperti semula dan  lahan persawahan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang yakni di  Pasuruhan , Kecamatan Mertoyudan   dapat teraliri  secara  normal

Seperti diketahui, saluran Sungai Progo Manggis mempunyai panjang  19,7 Km dan mengalir dari hulu di  di Dusun Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Aliran air tersebut melintas melewati beberapa desa di wilayah Secang, Kabupaten Magelang, kemudian membelah Kota Magelang dan berakhir di hilir di Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

 

Penulis : widias
Editor   : wied