Membolos, Pelajar Demak Dirazia Satpol PP di Teluk awur

76

Sejumlah pelajar terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP Jepara, di Pantai Teluk Awur, Jepara, Kamis (10/1). Mereka kedapatan berada di luar sekolah saat jam pelajaran. Foto : Budi Santoso.

JEPARA- Berkeliaran di luar sekolah saat jam sekolahan, sebanyak 11 orang pelajar dirazia oleh Satpol PP Jepara. Mereka yang terkena razia diketahui tengah nongkrong di kawasan Pantai Teluk Awur, Jepara, Kamis (10/1). Mereka langsung diangkut ke Kantor Satpol PP Jepara untukl diberikan pembinaan, sebelum dipulangkan ke orang tua masing-masing.

Dari 11 pelajar yang diamankan tersebut, menurut Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan dan Ketertiban Umum pada Satpol PP Jepara, Sutarno, sebagian besar adalah pelajar asal Demak. Mereka sengaja membolos dan pergi ke Pantai Teluk Awur Jepara, untuk sekedar kongkow-kongkow, menghabiskan waktu.

Pelajar yang berasal dari Demak berinisial SK, UK, SFN dan AMR yang merupakan pelajar dari SMK IBS Jungpasir, Wedung, Demak. Kemudian 2 lainya merupakan pelajar putrid dari SMA Miftahul Huda, Demak. Masing-masing berinisial ER dan DMK. Sedangkan lima pelajar lainnya berasal dari Jepara, masing-masing dari SMP 3 Jepara, SMA Islam Jepara dan SMK Datuk Singorojo, Keling, Jepara.

“Mereka kami bawa ke kantor untuk kemudian kami lakukan pembinaan. Selanjutnya mereka juga kami minta membuat surat pernyataan, sebelum akhirnya kami serahkan pada orang tua masing-masing,” ujar Sutarno, Kamis (10/1).

Petugas Sartpol PP Jepara, mendapati mereka saat melaksanakan patrol rutin di Teluk Awur. Pada saat didatangi, ada pelajar yang kedapatan sedang bermain kartu remi. Sedangkan lainnya duduk-duduk sambil menikmati pemandangan laut di sana. Dari semua pelajar tersebut ada yang diantaranya menyatakan sengaja tidak masuk sekolah lantaran hendak memasukan surat izin praktik ke BPR BKK Jepara. Bersama dengan dua rekannya, sudah mendapatkan izin dari sekolah.

“Setelah mengantar surat, kami kemudian berniat segera pulang. Tapi karena belum sarapan kami mencari makan dulu di warung di Teluk Awur. Tapi kami sudah mendapatkan ijin dari sekolah  dan langsung berangkat dari rumah,” ujar SK, salah satu pelajar tersebut.

 Terpisah, Kepala Sub Bagian Perlindungan Anak pada BP2KB Jepara, Muji Susanto memberikan apresiasi atas tindakan yang dilakukan Satpol PP Jepara. Pihaknya berharap para pelajar ini bisa mengambil pelajaran dari langkah pembinaan yang dilakukan oleh Satpol PP Jepara. Dalam hal ini juga tidak perlu dilakukan dengan cara hukuman fisik.

 “Sedangkan bagi pelajar yang terkena razia ini, saya kira mereka harus menyadari perlunya tanggung jawab mengenai kegiatan sekolah. Mereka harus bisa belajar memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif,” tegasnya.

 

 

 

Penulis : budi erje
Editor   : wied