Petani dan Masyarakat Jangan Rugi, Presiden Akan Pantau Terus Harga Beras

31

Presiden Joko Widodo didampingi Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito meninjau gudang beras Bulog Divre DKI jakarta-Banten dalam upaya menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras di masyarakat. Foto: Ist

JAKARTA-  Presiden Joko Widodo mengapresiasi manajemen Perum Bulog dibawah kepemimpinan Budi Waseso. Hal itu dapat dilihat dari penyerapan gabah dari petani yang semakin besar maupun dalam menjaga kualitas dan stabilitas harga.

Apresiasi itu disampaikan Presiden Joko Widodo sesuai meninjau gudang Bulog Divre DKI jakarta-Banten di kawasan Kelapa Gading sekaligus memimpin peluncuran Operasi Pasar dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,  Kamis (10/1/2019).

''Dibandingkan tahun sebelumnya ketersediaan (stok)  beras cukup besar  naik berlipat, ''kata Joko Widodo yang didampingi Dirut Bulog Budi Waseso, Mendag Enggartiasto Lukita, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Presiden mengatakan selain stok beras yang besar, kualitas beras Bulog juga semakin baik. Menurut Presiden kualitas beras yang diproduksi oleh Bulog sangat terjaga dengan baik.

''Sekarang tidak ada lagi keluhan masyarakat mengenai kualitas beras yang buruk, seperti berwarna hitam atau coklat.  Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, ya masih banyak beras yang warnanya hitam dan coklat. Sekarang sudah tidak ada keluhan-keluhan semacam itu," kata Jokowi.

Soal stok beras,  Jokowi mengatakan biasanya di akhir atau Desember, stok beras hanya 700.000-800.000 ton, tetapi di akhir Desember 2018 hingga saat ini sebanyak 2,1 juta ton.  

"Ini memang besar, dulu kalau sudah Desember segini, ini masih banyak sekali," kata Jokowi sambil menunjuk tumpukan karung beras di belakangnya. Menurut dia, stok beras itu harus dipakai untuk menjaga agar harga bahan pokok terutama beras bisa sedikit turun.  

Jokowi mengatakan dirinya akan  memantau terus harga beras di pasaran. Hal ini dilakukan agar tidak merugikan banyak pihak dan mengantisipasi gejolak harga beras di beberapa pasar. "Jangan sampai merugikan petani atau masyarakat. Kita menjaga keseimbangan. Stok beras ini untuk menjaga keseimbangan agar harga-harga betul-betul terkendalikan dengan baik," jelasnya.

Sementara itu Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan operasi pasar (OP) beras diawal tahun ini dilakukan secara massive dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Operasi Pasar ini,  katanya dilakukan serentak oleh Bulog seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019 lalu. OP ini,  katanya,  merupakan intruksi Presiden Jokowi sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019.

Menurut Budi Waseso,  dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Ngemplak, Tulungagung di awal tahun ini disampaikan  OP yang dilakukan Bulog pada 2018 lalu mampu meredam gejolak harga beras dan efektif menekan inflasi. ''Sesuai instruksi Bapak Presiden, Perum Bulog terus akan melaksanakan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di pasar-pasar strategis dan pasar yang berpotensi mengalami kenaikan harga sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun, ''katanya. 

 

 

Penulis : ak
Editor   : wied