Jembatan Kali Genteng Diresmikan, Akses ke 10 Desa Terbuka

148

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membonceng pengendara motor yang melintasi Jembatan Kali Genteng usai meresmikan jembatan itu, kemarin pagi. Foto: Hadi Waluyo.

KAJEN - Jembatan Kali Genteng di Dukuh Munggangsari, Desa/Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan yang menghubungkan wilayah utara kecamatan di pegunungan ini dengan sepuluh desa di wilayah selatan diresmikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kamis (10/1).

Peresmian jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 5,4 miliar ini dimulai dengan tahlilan dan pembacaan doa bersama, sebelum secara resmi diresmikan oleh Bupati dengan penandatangan prasasti oleh Bupati, dan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, didampingi Ketua DPRD Hindun, Sekda Mukarromah Syakoer, dan unsur Forkompinda.

Kepala DPU dan Taru Wahyu Kuncoro menerangkan, Jembatan Kali Genteng yang lama dibangun tahun 1973, sehingga kondisinya mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan pada tahun 2018 membangun jembatan baru. Di saat proses pembangunan jembatan baru selesai sekitar 85 persen, jembatan lama tersebut hancur akibat kondisinya sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian putusnya jembatan kali genteng lama tersebut.

"Jembatan Kali Genteng yang baru ini menggunakan konstruksi beton dengan balok girder, sehingga teknik pembangunan jembatan ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat," katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, kondisi geografis Kecamatan Kandangserang dibagi dua wilayah, yakni wilayah bagian utara dan selatan yang dipisahkan Kali Genteng. Sehingga, jembatan tersebut akses sangat penting bagi dua wilayah tersebut, terutama untuk sepuluh desa di wilayah selatan Kecamatan Kandangserang yakni Desa Bojongkoneng, Luragung, Bubak. Garungwiyoro, Karanggondang, Gembong, Sukoharjo, Trajumas, Bodas, dan Desa Klesem. "Masyarakat di wilayah selatan seperti Klesem, Bubak, Trajumas, dan lainnya silahkan lewat sini dan digunakan dengan baik," katanya.

Bupati berharap, dengan selesainya pembangunan jembatan itu bisa memantik pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan yang angkanya secara statistik kian membaik. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik itu akan menurunkan laju kemiskinan. Hal ini bisa dilihat secara statistik angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan penurunannya juga cukup signifikan.

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas Jateng. Saya meyakini pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2019 akan lebih baik, karena itu cerminan wajah kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan," ujarnya.

 

Penulis : haw
Editor   : wied