Melanggar, Stiker Kampanye di Kaca Angkot Dilepas

92

Petugas terpaksa mencopot APK caleg yang dipasang di angkuta. Foto:Janti Artati

PEKALONGAN- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan terpaksa mencopot alat peraga kampanye (APK) di angkutan umum, Kamis (10/1). Lantaran aksi itu dinilai telah melanggar aturan dan ditakutkan bis amenimbulkan sampak negatif.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran yakni Terminal angkutan,   Jalan Kurinci, dan Jalan Progo serta lokasi lainnya yang dinilai adanyapelanggaran itu.

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto menuturkan aksi pebertiban itu terpaksa dilakukan,lantaran melanggaran aturan yang ada. Karena APK ini tidak boleh dipasang di angkutan umum. Namun jika di mobil pribadi diizinkan ketika masa kampanye. Namun harus segera dilepas saat masa tenang. “Pemasangan APK di angkutan ini sudah melanggar tentu sanksinya sehingga harus diturunkan,”katanya.

Sementara seorang pengemudi angkutan umum, Wahudin mengaku tidak mengetahui jika hal itu dilarang. Namun diakuinya, jika dirinya menerima uang Rp200.000 untuk pemasangan foto caleg di kaca belakang angkutan. Syaratnya,  pemasangan itu harus dilakukan hingga rampung masa kampanyenya. Untuk itu,dirinya tidak mau jika dipersalahkan.”Banyak yang melakukan hal ini, karena ketidaktahuannya saja,  jika mengetahuinya pasti menolak untuk dipasang itu,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan sopir lainnya. Bahkan mereka terpaksa menerima tawaran  itu, karena “pekewuh” dengan calon bersangkutan.”Apalagi jika calon sudah dikenal, mau menolak rasanya tidak enak,” katanya.

Dari razia yang dilakukan tim gabungan, cukup banyak jumlah APK yang dicopot. Meski begitu, banyak dari para sopir yang meminta harusnya terkait juga mensosialisasikan dari awal, adanya larang itu. Sehingga tidak sampai terjadi kasusnya di lapangan.

 

Penulis : Jan
Editor   : wied